Kenya Bakal Investasi Minyak dan Panas Bumi Rp37 Triliun? Ini Kata Luhut

Fitri Sartina Dewi
Fitri Sartina Dewi Sabtu, 15 Juli 2023 09:47 WIB
Kenya Bakal Investasi Minyak dan Panas Bumi Rp37 Triliun? Ini Kata Luhut

Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan usai menghadiri acara Indonesia Net-Zero Summit 2023 yang digelar FPCI di Djakarta Theater, Sabtu (24/6/2023). JIBI/Ni Luh Anggela.

Harianjogja.com, JAKARTA—Pemerintah menargetkan investasi senilai US$2,5 miliar atau setara Rp37,3 triliun dari Kenya dapat segera masuk ke Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan investasi tersebut di bidang geothermal dan upstream terintegrasi hingga kilang minyak. Informasi terkait peluang investasi Kenya di Indonesia ini disampaikan Luhut usai bertemu Presiden Kenya, William Ruto.

BACA JUGA: Dituding 'Bermain' di Pertambangan, Ini Jawaban Luhut saat Persidangan

"Investasi senilai lebih dari USD2.5 miliar di bidang geothermal dan upstream terintegrasi, termasuk kilang minyak yang diajukan oleh Pertamina adalah target kami," kata Luhut dikutip dari unggahan di akun Instagramnya @luhut.pandjaitan, Jumat (14/7/2023).

Melalui investasi ini, imbuhnya, diharapkan bukan hanya pasar lokal Kenya saja yang dilayani, tetapi juga kemungkinan ke negara-negara tetangga dan kembali ke Indonesia.

Lebih lanjut, Luhut mengatakan di bidang farmasi, perusahaan BUMN dan swasta Indonesia juga tengah menjalin komunikasi yang baik untuk melayani pasar Afrika Timur.

"Selain itu, perusahaan Sritex dan Busana Apparel juga sedang berbicara dengan Otoritas Kenya untuk membahas industri pabrik benang dan garmen di sana," ujar Luhut.

Adapun, di sektor Pertahanan, Luhut menyebut Pindad juga sedang menjajaki peluang kerjasama dengan Kementerian Pertahanan Kenya. Sektor lainnya seperti Industri sawit dan kedatangan 20.000 ekor sapi tahap awal dari Kenya juga disebut sedang dalam proses perizinan.

Dia menyatakan bahwa kerja sama yang dijajaki dengan Kenya adalah bentuk komitmen Indonesia untuk menerapkan pembangunan berkelanjutan yang berorientasi pada pelestarian lingkungan.

"Sehingga posisi strategis negara-negara berkembang akan semakin lebih kuat dan siap untuk menghadapi tantangan global di masa depan," ungkap Luhut.

Selain bertemu dengan Presiden Kenya, dalam rangkaian kunjungannya ke Afrika, Luhut juga bertemu dengan Presiden Kongo, Felix Tshisekedi. Dalam pertemuan tersebut, Luhut membahas kerja sama terkait tembaga antara Indonesia dan Kongo.

"Dengan perkiraan peningkatan harga tembaga yang signifikan, kedua negara menyadari nilai kerja sama dan perlunya teknologi canggih untuk memanfaatkan peluang ini bersama-sama dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan," ujarnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : Bisnis.com

Share

Abdul Hamied Razak
Abdul Hamied Razak Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online