13 Bank Tutup hingga September 2026, Ada dari DIY dan Jawa Tengah
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
Pemeriksaan diabetes/istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA—Orang yang berusia di atas 50 tahun perlu melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur guna meningkatkan kualitas hidup mereka.
Dengan meluangkan waktu untuk menjadwalkan pemeriksaan kesehatan rutin, Anda dan dokter Anda dapat mendeteksi masalah mendasar sebelum meningkat menjadi sesuatu yang serius.
Selama dekade terakhir, ada perubahan gaya hidup yang luar biasa yang membuat kesehatan pria berisiko.
Faktor gaya hidup seperti penggunaan tembakau dan alkohol, pola makan, dan aktivitas fisik yang buruk sangat erat kaitannya dengan berbagai kondisi kesehatan kronis seperti kanker, diabetes, obesitas, dan penyakit kardiovaskular.
Baca juga: Sebanyak 15.443 Wisatawan ke Bantul, Parangtritis Tetap Terfavorit
Berikut adalah beberapa tes diagnostik yang harus menjadi bagian dari pemeriksaan kesehatan untuk pria di atas 50 tahun, dilansir dari Antara:
Janakiram Bobbillapati, Kepala Mikrobiologi di TRUSTlab Diagnostics mengatakan, “Setiap orang yang berusia di atas 45 tahun harus memeriksakan gula darah atau glukosanya.
Dokter Anda akan meminta Anda melakukan tes ini jika Anda memiliki gejala gula darah tinggi seperti penurunan berat badan yang tidak diinginkan, penyembuhan lambat, atau rasa haus yang tidak biasa.
Tes kolesterol lengkap mengukur empat jenis lipid, atau lemak, dalam darah Anda. Tes ini digunakan untuk mengetahui jumlah total kolesterol dalam darah, kolesterol low-density lipoprotein (LDL), kolesterol high-density (HDL), dan trigliserida.
Dari jumlah tersebut, LDL dianggap sebagai kolesterol jahat, terlalu banyak yang meningkatkan risiko serangan jantung, stroke, dan aterosklerosis.
Untuk pria dewasa di atas 50 tahun, tekanan darah tinggi atau hipertensi bisa sangat berbahaya karena meningkatkan risiko penyakit arteri koroner yang dapat menyebabkan episode yang mengancam jiwa seperti serangan jantung dan stroke, serta penyakit ginjal.
Meskipun semua pria berisiko terkena kanker prostat, risikonya sangat meningkat seiring bertambahnya usia. Tes PSA mengukur tingkat PSA, protein yang diproduksi oleh kelenjar prostat, di dalam darah. Peningkatan kadar PSA dapat menunjukkan adanya kanker prostat atau kondisi terkait prostat lainnya. Pria yang berusia 50 tahun atau lebih berisiko lebih tinggi terkena kanker prostat.
“Setiap pria yang menderita diabetes dan hipertensi dapat mengembangkan penyakit ginjal yang serius dan perlu diskrining untuk tes fungsi ginjal,” kata Dr. Bobbillapati.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
13 bank dicabut izin usahanya hingga September 2026. Cek daftar bank, lokasi, dan proses penyelesaian hak nasabah oleh LPS.
DPRD Kota Jogja mendorong Raperda P4GN untuk memperkuat pencegahan, pemberantasan, perlindungan, dan rehabilitasi narkotika.
KPK mendalami mekanisme penerimaan mahasiswa baru Unsoed melalui jalur mandiri dengan memeriksa sejumlah saksi kasus dugaan korupsi.
SMKN 1 Adiwerna Tegal menjuarai Final Regional AXIS Nation Cup 2026 Semarang dan melaju ke Grand Final di Istora Senayan.
Gebyar Batik Sleman 2026 digelar dengan bazar, diskon hingga 50 persen, serta edukasi sertifikasi halal bagi pelaku IKM.
Tarif listrik kuartal IV 2026 segera ditetapkan. Bahlil Lahadalia memberi sinyal tarif listrik kemungkinan tidak mengalami kenaikan.