Penyerapan Tenaga Kerja Kuartal II Memburuk, Industri Belum Pulih
Penyerapan tenaga kerja pada kuartal II/2026 memburuk meski dunia usaha tumbuh. Bank Indonesia memperkirakan kondisi mulai membaik pada kuartal III/2026.
Juru Bicara (Jubir) DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Kader dan simpatisan Partai Demokrat yang menamai diri Gerakan Nasional Lawan Moeldoko akan melakukan aksi cap jempol darah di Kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat pada Jumat (16/6/2023), sekitar pukul 14.00 WIB.
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan aksi tersebut sebagai bentuk perlawan atas Peninjauan Kembali (PK) atas putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) No. Perkara 487 K/TUN/2022, yang diajukan oleh Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko.
Sekadar informasi, putusan kasasi MA itu menegaskan kepengurusan Partai Demokrat yang sah merupakan pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), bukan KSP Moeldoko.
BACA JUGA : AHY Yakin Menang Hadapi PK Kubu Moeldoko
"Aksi cap jempol darah sebagai bentuk kesetiaan dan loyalitas kepada Ketua Umum Partai Demokrat yang sah, Mas AHY," ujar Herzaky saat dihubungi, Jumat (16/6/2023).
Dia mengatakan, upaya Moeldoko merebut Partai Demokrat merupakan perbuatan memalukan dan mencederai demokrasi. Apalagi, lanjutnya, Moeldoko merupakan seorang pejabat negara.
"Menurut teman-teman [PK yang diajukan Moeldoko] bagian dari upaya menjegal majunya Mas Anies sebagai capres dari Partai Demokrat," lanjutnya.
Herzaky mengatakan, setidaknya ada ratusan peangurus daerah partai Demokrat, relawan, dan simpatisan yang hadir dalam aksi cap jempol darah pada hari ini. Ke depannya, aksi serupa akan terus berlanjut.
"Gerakan ini akan berlangsung sampai turun keputusan MA terkait PK Moeldoko. Bergelombang, bergantian dari berbagai elemen masyarakat juga, dari berbagai daerah," ucapnya.
Meski demikian, Herzaky belum mau mengonfirmasi apakah Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) akan ikut aksi tersebut.
Sebelumnya, Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Hinca Panjaitan menjelaskan bahwa SBY akan dan jajaran Dewan Pengurus Daerah (DPD) partai seluruh Indonesia akan berkumpul di Jakarta untuk melakukan aksi.
Aksi tersebut, menurut Hinca, untuk mengantisipasi putusan MA atas PK Moeldoko. Menurutnya, jika PK Moeldoko dikabulkan MA maka akan jadi preseden buruk bagi demokrasi Indonesia.
SBY, lanjut Hinca, sebagai presiden Indonesia dua periode tak ingin demokrasi Indonesia mundur. Dia pun bersedia 'turun gunung' bersama dengan kader partainya yang lain untuk melakukan aksi.
"Oleh karena itu karena masyarakatnya Demokrat meminta partai secara serius untuk fokus di sini, tentu sebagai ketua majelis tinggi partai dan senior yang kami hormati, dia [SBY] akan bersedia turun bersama-sama dengan kami-kami yang di bawah ini," ungkap Hinca di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (13/6/2023).
Meski demikian, dia belum bisa memastikan bentuk aksi tersebut. Menurut Hinca, aksi bisa kegiatan damai bisa atau sekadar berkumpul di suatu tempat untuk menyampaikan pemikiran masing-masing.
"Bisa di Taman Politik DPP [Partai Demokrat] kalau jumlahnya tidak terlalu banyak, tapi kalau banyak mungkin di suatu tempat yang kita anggap memadai ya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Penyerapan tenaga kerja pada kuartal II/2026 memburuk meski dunia usaha tumbuh. Bank Indonesia memperkirakan kondisi mulai membaik pada kuartal III/2026.
BPPTKG menguji sirine EWS Kali Talang dan aplikasi Smart di Balerante, Klaten, untuk mendukung peringatan dini dan simulasi evakuasi Merapi.
Persib dan Persija mengecam penyerangan rombongan Persib EPA U-18 di Rest Area KM 360 Batang. Kedua klub meminta kasus diusut tuntas.
Davide Tardozzi mengakui keunggulan Aprilia usai MotoGP Mandalika. Ducati menatap Phillip Island di tengah persaingan gelar yang ketat.
Komisi IV DPRD Kulonprogo memantau pelaksanaan kebijakan disabilitas, ketenagakerjaan, dan pariwisata. Sebanyak 90% karyawan PT Indonesia Plafon Semesta berasal
Apple mengonfirmasi acara rumah pintar 13 Oktober. MacBook Pro OLED, iMac M6, dan iPad Mini baru dirumorkan hadir pada akhir bulan.