Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Pelatihan Vokasi Bekerja
Kemnaker menargetkan 70% lulusan pelatihan vokasi bekerja melalui transformasi BPVP, pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan pelacakan alumni.
Ilsutrasi, Petugas membawa ompreng MBG sebelum dibagikan kepada siswa di kompleks Madrasah Ibtidayyah Negeri (MIN) 11 Aceh Barat Desa Kuta Padang, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Senin (21/9/2026)./Antara-Syifa Yulinnas
Harianjogja.com, JAKARTA— Badan Gizi Nasional (BGN) meminta masyarakat mengumpulkan bukti komunikasi dan dokumen apabila menemukan dugaan penipuan dalam pengajuan pembukaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG). Bukti tersebut diperlukan untuk mendukung proses pelaporan kepada pihak berwenang sekaligus membantu penanganan dugaan penyalahgunaan nama BGN.
Kepala Biro Hukum dan Humas BGN, Khairul Hidayati, mengatakan masyarakat perlu menyimpan berbagai bukti yang berkaitan dengan dugaan penipuan. Bukti tersebut mencakup pesan komunikasi, identitas pihak yang menghubungi, hingga dokumen yang digunakan untuk meyakinkan calon korban.
"Langkah ini penting agar dugaan penyalahgunaan nama BGN dapat ditangani secara tepat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," katanya saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (12/10/2026).
BGN Ingatkan Masyarakat Waspadai Modus Penipuan SPPG
BGN mengingatkan masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil keputusan berdasarkan klaim seseorang yang mengaku sebagai perwakilan lembaga tersebut. Informasi mengenai pembukaan atau pengajuan SPPG perlu diverifikasi melalui kanal resmi sebelum masyarakat mengambil tindakan.
Masyarakat juga diminta tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Langkah verifikasi ini menjadi penting untuk menghindari kerugian akibat pihak yang menawarkan bantuan dengan mengatasnamakan pejabat atau orang dekat pejabat BGN.
Sebelumnya, BGN mengungkapkan adanya laporan dugaan penipuan dalam pengajuan titik lokasi SPPG. Salah satu modus yang dilaporkan adalah menawarkan bantuan untuk memperoleh lokasi dapur dengan imbalan sejumlah uang.
Pelaku dalam dugaan penipuan tersebut disebut mengatasnamakan pejabat atau orang dekat pejabat BGN untuk meyakinkan calon korban.
Ini Saluran Pengaduan yang Disediakan BGN
Untuk menampung laporan masyarakat, BGN menyediakan sejumlah saluran pengaduan yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi terkait dugaan penipuan maupun persoalan lainnya.
Berikut kanal pengaduan yang disediakan BGN:
Masyarakat yang menemukan dugaan penyalahgunaan nama BGN dapat memanfaatkan saluran tersebut untuk menyampaikan pengaduan. Bukti komunikasi, identitas pihak yang menghubungi, dan dokumen terkait juga perlu disimpan untuk mendukung pelaporan kepada pihak berwenang.
Kasus di Lombok Timur Rugikan Korban Rp950 Juta
Dugaan penipuan pembukaan dapur MBG juga pernah dilaporkan terjadi di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Pada 29 Mei 2026, BGN menyatakan mendukung proses hukum terhadap perkara yang diduga melibatkan janji penyediaan lokasi, pembangunan gedung, hingga kesiapan operasional dapur.
Dalam perkara tersebut, polisi melaporkan kerugian korban mencapai Rp950 juta. Seorang terduga berinisial S telah ditetapkan sebagai tersangka pada 29 Mei 2026.
Kasus ini menjadi salah satu contoh dugaan penipuan yang berkaitan dengan tawaran bantuan pembukaan SPPG. Masyarakat perlu memastikan keabsahan informasi dan pihak yang menawarkan layanan sebelum menyetujui suatu kerja sama atau memberikan uang.
BGN Tegaskan Pengajuan SPPG Resmi Tidak Dipungut Biaya
BGN menegaskan proses pengajuan dan verifikasi SPPG yang sah tidak dipungut biaya. Karena itu, masyarakat perlu mewaspadai tawaran bantuan yang menjanjikan persetujuan pengajuan dengan imbalan tertentu.
Pendaftaran mitra SPPG dilakukan melalui portal resmi mitra.bgn.go.id, bukan melalui perantara yang menjanjikan persetujuan dengan imbalan uang.
BGN meminta masyarakat berhati-hati terhadap pihak yang mengaku memiliki akses khusus untuk mempermudah proses pengajuan. Verifikasi melalui kanal resmi dan penyimpanan bukti dugaan penipuan menjadi langkah yang dapat dilakukan masyarakat apabila menemukan tawaran mencurigakan terkait pembukaan dapur MBG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Kemnaker menargetkan 70% lulusan pelatihan vokasi bekerja melalui transformasi BPVP, pelatihan sesuai kebutuhan industri, dan pelacakan alumni.
Pasar Sentul menghadapi persaingan pedagang yang berjualan di rumah warga. Kemudahan akses dan kebiasaan pembeli menjadi tantangan revitalisasi.
Kiper PSIM Cahya Supriadi memilih fokus menjaga konsistensi di liga. Ia realistis menghadapi persaingan untuk kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Warga Gunung Rego, Kulonprogo, meminta tambang CV Handika Karya beroperasi lagi. Perizinan terkendala status KP2B dan tata ruang.
Jogja Educulture Journey–Laras Triloka menghubungkan Taman Pintar, Taman Budaya Embung Giwangan, dan Taman Bhineka GIK UGM.
Aduan pungutan Rp300.000 untuk pendatang di Jambean, Bantul, diselidiki Inspektorat. Lurah Triwidadi menegaskan surat domisili gratis.