Delapan Belas Bulan dalam Capaian dan Pekerjaan Rumah
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Wisatawan mengunjungi Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Jumat (14/1/2022). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG—Menteri BUMN Erick Thohir memastikan akan terus menjaga keseimbangan Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, baik dari wisata maupun nilai spiritualnya.
Erick memastikan aset-aset yang dikelola BUMN bisa bermanfaat. Candi Borobudur, termasuk aset BUMN yang perlu dijaga keseimbangannya sebagai destinasi spiritual.
"Kami, BUMN terus memastikan aset-aset yang dikelola BUMN bermanfaat termasuk Borobudur ini, kita ingin jaga keseimbangan sebagai wisata, tapi yang paling penting spiritualnya," katanya seusai melepas lampion dalam Festival Purnama 2023 dalam rangkaian perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak 2567 BE/2023 di pelataran Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Minggu malam.
Erick menyebut Candi Borobudur adalah aset tak ternilai, sehingga BUMN ingin menjaganya tidak hanya sekadar jadi tempat wisata, tetapi juga punya nilai spiritual, pendidikan, dan sejarah.
Ia mencontohkan Bali, yang saat ini menjadi destinasi favorit dunia karena selain indah juga memiliki nilai spiritual yang tinggi.
Baca juga: Tawuran di Jalan Kusumanegera Jogja Minggu Malam, Massa Saling Lempar Batu
"Keseimbangan ini yang harus kita jaga, jangan sampai juga Borobudur yang luar biasa ini hanya sekadar jadi tempat wisata, tapi kehilangan spiritualnya. Sama, kalau kita bicara Bali, kenapa hari ini (bisa bagus) karena ada budayanya yang memikat, sehingga wisatawan hadir," katanya.
Erick juga mengakui momentum melepas lampion dalam perayaan Waisak merupakan pengalaman baru baginya.
Ia berharap budaya toleransi yang ditunjukkan dalam perayaan Waisak perlu terus dipupuk untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa.
"Hari ini saya sebagai umat Muslim tapi saya hadir untuk bersama-sama umat Buddha yang Waisak, ini sungguh luar biasa pengalaman baru bagaimana lampion ribuan diterbangkan, inilah kita jangan jadi negara maju, tapi kadang tidak punya budaya," katanya.
Erick meminta masyarakat untuk terus menjaga Indonesia dengan segala perbedaan, terlebih dengan semangat Hari Lahir Pancasila yang baru saja dirayakan.
"Segala perbedaan justru menjadi kekayaan sebagai bangsa," katanya.
Pelepasan lampion merupakan salah satu acara yang ditunggu-tunggu dalam rangkaian perayaan Waisak. Sebanyak 2.567 lampion diterbangkan dari pelataran Candi Borobudur, Minggu malam, disaksikan ribuan warga sekitar.
Pelepasan lampion juga tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Buddha yang merayakan tetapi terbuka untuk umum, namun beberapa di antaranya juga adalah wisatawan asing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Presiden Prabowo memaparkan capaian dan pekerjaan rumah Kabinet Merah Putih setelah 18 bulan pemerintahan, dari pangan hingga digitalisasi.
Satpol PP dan Dishub Bantul menemukan 11 pelanggaran penyelenggaraan parkir. Tiga kendaraan yang parkir di area terlarang depan IGD RSUD Panembahan Senopati jug
Penelitian mengungkap keterikatan emosional terhadap mantan pasangan bisa bertahan lama. Rata-rata seseorang membutuhkan sekitar empat tahun agar perasaan itu b
Piala Dunia 2030 terancam boikot negara-negara Eropa setelah UEFA mengecam rencana FIFA membentuk FIFA Forward Enterprise untuk mengelola hak komersial turnamen
Cuaca ekstrem dan musim bediding meningkatkan risiko penyakit ikan di Sleman. Penyuluh meminta pembudidaya menunda tebar benih gurame hingga September atau Okto
Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja melaju ke babak 16 besar Taipei Open 2026 setelah mengalahkan wakil Taiwan Sheng-Ming Lin/Sung Yi-Hsuan 21-16,