Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Sleman Janji Perkuat Layanan
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Ahmad Zubaidi. (ANTARA/HO-PMD BNPT)
Harianjogja.com, JAKARTA—Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Ahmad Zubaidi mengatakan bahwa Pancasila merupakan pemersatu bangsa. Ia mengimbau umat Islam untuk mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam ideologi negara tersebut.
"Dengan Pancasila, masyarakat damai dan bersama, hidup indah, ibadah bebas sesuai dengan ajaran agamanya masing-masing. Itu adalah sebuah rahmah. Ini merupakan hasil perwujudan di mana kita disatukan dengan Pancasila, saya kira luar biasa masyaallah," kata Zubaidi dalam keterangan tertulis diterima di Jakarta, Rabu (31/5/2023).
BACA JUGA: Cegah Radikalisme dengan Memperkuat Ideologi Pancasila
Pancasila sarat nilai-nilai Islam. Oleh sebab itu, Zubaidi mengatakan bahwa mereka yang menganggap Pancasila tidak sejalan dengan Islam adalah kelompok yang berpikiran sempit. "Pada prinsipnya bahwa Pancasila sangat sesuai dengan agama Islam karena tidak ada satu pun norma yang terdapat dalam sila Pancasila yang bertentangan dengan Al-Quran maupun hadis yang menjadi pedoman kehidupan umat Islam," ujar dia.
Zubaidi mengungkapkan dalam Al-Quran terdapat kalimat yang disebut dengan kalimatun sawa, yakni titik temu. Hal itulah yang terhimpun dalam sila-sila Pancasila. Pada sila "Ketuhanan yang Maha Esa", jelas dia, menunjukkan sebuah kedewasaan umat Islam dalam membangun kebersamaaan, mengingat Indonesia merupakan bangsa yang majemuk.
“Islam nggak ego. Yang penting adalah poinnya, esensinya didapatkan, bagaimana para pendahulu kita dalam memikirkan bangsa ini memperjuangkan bangsa ini. Mereka berpikir untuk semua, bukan hanya berpikir untuk diri sendiri atau kelompoknya,” ucapnya.
Selanjutnya, sila "Kemanusiaan yang adil dan beradab" juga selaras dengan Islam. Ia menjelaskan, Islam juga menjunjung tinggi keadilan dan kemanusiaan, sebagaimana teladan dalam berkehidupan sosial yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
BACA JUGA: Era Digital, Penerapan Nilai-nilai Pancasila Jangan Diabaikan
Ia menambahkan konsep keadilan juga sangat dijunjung tinggi dalam Islam. Banyak ayat maupun hadis yang menyerukan agar umat saling berbuat baik satu sama lain. “Konsep zakat misalnya. Hal ini dilakukan rangka memeratakan keadilan sosial, ekonomi supaya harta benda itu tidak hanya menumpuk pada orang-orang kaya saja tapi bisa menyebar ke seluruh umat manusia, ini jelas sangat sesuai dengan Islam,” ucapnya.
Selain itu, Islam pun mengajarkan persatuan ukhuwah Islamiyah (saudara seiman), ukhwah watoniyah (saudara sebangsa), dan ukhwah basariah (saudara dalam kemanusiaan) yang dilandasi dalam Surat Al Hujurat ayat 13.
Oleh karenanya, kata Zubaidi, MUI berpendapat bahwa Pancasila merupakan ideologi negara yang bisa dipedomani oleh semua masyarakat, termasuk umat Islam.
Lebih lanjut, ia mengatakan Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada Kamis (1/6/2023) merupakan momentum untuk mengingat perjuangan leluhur bangsa dalam mempersatukan Indonesia. Ia juga menyerukan agar nilai nilai Pancasila tidak hanya menjadi jargon belaka, melainkan dapat diilhami dan implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
BPJS Ketenagakerjaan Sleman memperingati Harpelnas 2026 dengan komitmen memperkuat pelayanan, memperluas perlindungan dan memberdayakan pekerja.
Tegel Kunci di Sleman mempertahankan produksi ubin handmade sejak 1927. Kini hampir 100 tahun, produknya punya 800 desain dan 49 warna.
Pemerintah menyiapkan rekening gratis dengan saldo awal Rp50.000. Simak syarat, cara mendapatkan, bank penyedia dan jadwalnya.
Satpam SPPG Kecandran Salatiga ditemukan meninggal di ruang jaga saat pergantian tugas. Polisi menduga korban meninggal karena sakit.
Ekspor DIY Januari-Juli 2026 tumbuh 8,74% menjadi US$352,58 juta. Pemda DIY mendorong perluasan pasar ke Australia dan China.
Menag Nasaruddin Umar menilai pendidikan pesantren perlu mengembangkan kemampuan intelektual sekaligus kebersihan hati, nurani, dan spiritualitas.