Waspada, WHO Tetapkan Ebola Kongo-Uganda Darurat Kesehatan Global
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
Seorang penumpang kembali masuk ke dalam kendaraan setelah berhenti sejenak di Tol Jogja Solo yang dibuka fungsional di Sawit, Boyolali, Jawa Tengah, Sabtu (15/4/2023)./Antara-Aloysius Jarot Nugroho
Harianjogja.com, SOLO—Sebanyak 17 bidang yang terkena proyek tol Jogja-Solo bakal dieksekusi Rabu-Kamis (10-11/2023). Selama ini bidang lahan yang berlokasi di Klaten, Jawa Tengah ini dikonsinyasikan
di Pengadilan Negeri (PN) Kelas IA Klaten.
Seperti dikutip dari Solopos.com, belasan bidang lahan itu tersebar di beberapa desa. Perinciannya, 13 bidang berada di Desa Pepe, Kecamatan Ngawen, dua bidang di Desa Kuncen, Kecamatan Ceper, satu bidang di Desa Kahuman, Kecamatan Ngawen, dan satu bidang di Desa Manjungan, Kecamatan Ngawen.
Sebagian lahan itu, khususnya di Desa Pepe, Ngawen, dikonsinyasikan ke PN karena pemiliknya belum menyetujui nilai uang ganti rugi (UGR) yang ditawarkan tim pembebasan lahan tol Jogja-Solo. Sisanya ada yang karena masih ada masalah sengketa dan sebagainya.
BACA JUGA: Kalurahan di DIY Wajib Sediakan Tanah Kas Desa untuk Warga Miskin
Dari 13 lahan di Desa Pepe, sembilan di antaranya terdapat bangunan yang terdiri atas delapan rumah dan satu penggilingan padi. Hingga kini, warga setempat masih menempati lahan dan bangunan tersebut. Untuk itu, Pemkab Klaten menyiapkan hunian sementara bagi warga yang rumahnya dieksekusi.
Hunian sementara dimaksud yakni rusunawa. Sedangkan untuk barang-barang warga disiapkan lokasi penyimpanan di gedung serbaguna desa setempat. Sekretaris Daerah (Sekda) Klaten, Jajang Prihono, menjelaskan penyiapan lokasi hunian dan penyimpanan sementara itu merupakan hasil rapat koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
“Tadi disampaikan dari hasil rapat kemarin diputuskan untuk bongkaran barang akan disimpan di satu tempat di gedung serbaguna desa,” kata Jajang saat ditemui wartawan di Pendapa Pemkab Klaten, Senin (8/5/2023).
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) tol Jogja-Solo, Widodo Budi Kusumo, mengatakan proses eksekusi lahan seluruhnya diserahkan ke PN Klaten. Pertimbangan eksekusi karena tim ingin pembebasan lahan tol Solo-Jogja di Klaten segera tuntas.
Terkait UGR, Widodo memastikan sepenuhnya menjadi hak warga pemilik lahan dan tak berkurang sepersen pun. “UGR [tol Jogja-Solo] tetap menjadi hak mereka. Jadi mau sebelum eksekusi maupun sesudah eksekusi, uang yang dititipkan di pengadilan sepenuhnya menjadi hak mereka,” jelas dia.
Sementara itu, salah satu warga Desa Pepe, Ngawen, yang lahannya kena proyek tol Jogja-Solo, Hartana, mengatakan belum mendapatkan infomasi resmi mengenai rencana eksekusi lahan oleh PN Klaten. Bahkan saat UGR warga dikonsinyasi ke PN, ia juga mengaku tak mendapat pemberitahuan.
Namun demikian, Hartana mempersilakan jika lahan yang terkena proyek tol Jogja-Solo tersebut memang harus dieksekusi. Ia dan warga lain tidak akan melakukan perlawanan secara fisik. Sedangkan upaya hukum akan dilakukan jika eksekusi sudah benar-benar terjadi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : solopos.com
WHO menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan global akibat risiko penyebaran lintas negara.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.