QRIS Tap Belum Bisa Digunakan untuk iPhone, Ini Penjelasannya
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Garis polisi/Ilustrasi
Harianjogja.com, TEGAL—Polisi menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan anak-anak memainkan hand rem bus saat kecelakaan di Guci, Tegal adalah salah.
Kapolres Tegal, AKBP Mochammad Sajarod Zakun mengatakan bahwa tidak ada anak-anak yang memainkan rem tangan bus saat kecelakaan terjadi.
"Info tersebut tidak benar karena berdasarkan keterangan saksi yang ada di dalam bus tidak menerangkan hal tersebut," ujar Sajarod di hadapan wartawan, Senin (8/5/2023).
Di sisi lain, pihaknya masih terus menelusuri penyebab kecelakaan bus yang membawa rombongan peziarah itu bisa terjun ke jurang. "Masih diselidiki karena ada kendala evakuasi," lanjutnya.
BACA JUGA: 1 Korban Meninggal Kecelakaan Bus Masuk Jurang di Guci, Polisi Cari Penyebabnya
Diketahui sebelumnya, sebuah bus yang membawa rombongan peziarah dari Tangerang terjun ke jurang di kawasan Guci, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah pada Minggu (7/5/2023).
Bus tiba-tiba meluncur hingga terjun ke jurang, saat sopir sedang berada di toilet. Akibatnya, dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya mengalami luka.
Kronologi
Kapolres Tegal AKBP Mochammad Sajarod Zakun, menjelaskan kronologi jatuhnya bus tersebut ke jurang. Menurut dia, bus tersebut sedang dalam kondisi menyala dan dipanasi sebelum terjun ke jurang.
"Kami sedang dalami karena bus sedang dipanasi dan sudah diganjal dan juga pake hand rem, posisi tempat parkir agak menurun ini masih diselidiki kenapa bus bisa jalan," kata Jakun, Minggu.
Dia menambahkan, sopir tak ada di kemudi saat bus dipanasi. Kenek bus yang menyalakan mesin sebelum turun keluar.
Setelah kenek turun, bus tanpa pengemudi itu tiba-tiba berjalan di jalan menurun hingga akhirnya terguling masuk ke jurang.
Dari data manifest, ada 50 orang yang tercatat sebagai penumpang bus. "Dari manifes 50 orang tapi di dalam bus saat kejadian ada 37, sisanya 13 belum naik," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.