Upanat, Sandal Khusus untuk Pengunjung Candi Borobudur
Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur mendapat sorotan dari warganet Indonesia.
Alissa Wahid memberikan keterangan kepada wartawan disela acara Temu Nasional Penggerak Jaringan Gusdurian 2018 di Asrama Haji DIY, Sinduadi, Mlati, Sleman, Sabtu (11/8/2018)./Harian Jogja-Irwan A. Syambudi
Harianjogja.com, SOLO—Curhatan Alissa Qotrunnada Munawaroh Wahid mendadak viral di media sosial karena mengaku mendapat perlakuan tidak enak dari petugas Bea Cukai.
BACA JUGA: Alissa Wahid Tegaskan yang Dibakar Banser Bendera HTI
Anak dari mantan presiden ke-4 Abdurrahman Wahid itu mengaku kopernya diacak-acak oleh petugas sepulangnya dari Taiwan.
"Suatu ketika saya pulang dari Konperensi di Taiwan. Di Cengkareng, saya diarahkan menuju meja pemeriksaan yg di dalam itu. Mbak petugas nanya: "Kamu pulang kerja ya di Taiwan? Berapa lama kerja di sana? Bawa apa aja? Buka kopernya," tulisnya di Twitter pada Senin (20/3/2023) lalu.
Setelah kopernya dibuka, petugas pun meminta paspornya. Ia pun ditanyai soal barang bawaannya yang banyak.
Dari cuitannya, petugas terus menanyakan pertanyaan yang memojokkan dirinya, seolah ia adalah TKW yang membeli banyak oleh-oleh. Mendapat perlakuan itu, Alissa merasa terintimidasi.
"Abis itu kalau pas landing di Cengkareng bareng mbak2 TKI & saya gak lagi capek, saya suka barengin PMI yg cewek², just in case. Saya saja yg anytime bisa panggil paspampres, cukup stres diperlakukan intimidatif gitu. Apalagi mba² PMI yg gak pengalaman,"
Cuitan soal curhatannya mendapat perlakuan tidak enak itu kemudian viral di media sosial hingga mendapat berbagai reaksi.
Alissa pun mengaku bahwa kejadian itu terjadi di rentang tahun 2019 atau 2020.
Pihak Bea Cukai pun langsung menuliskan permintaan maaf kepada Alissa melalui pesan tertulis di Twitter.
"Halo, Kak. Kami memohon maaf atas pengalaman tidak mengenakan yang dialami pada saat tiba di Indonesia. Masukan yang diberikan menjadi bahan evaluasi atas pelayanan dan pengawasan barang bawaan penumpang kedepannya. Terima kasih," tulis akun @beacukaiRI.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis
Kunjungan Presiden Prancis Emmanuel Macron ke Candi Borobudur mendapat sorotan dari warganet Indonesia.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.