Kejagung Sita Aset Dadan Hindayana Rp8,4 Miliar, Ada Rolex
Kejagung menyita aset Dadan Hindayana senilai Rp8,4 miliar, termasuk Rolex Rp300 juta, Toyota Zenix, dan uang tunai.
Sejumlah pekerja menyelesaikan proses pemasangan mesin untuk pengolahan sampah Landfill Mining dan RDF (Refuse Derived Fuel) Plant di TPST (Tempat Pembuangan Sampah Terpadu) Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/1/2023). Landfill Mining dan RDF Plant dapat mengolah sampah 2000 ton per hari yang saat ini telah mencapai tahap uji coba dan progres pembangunannya telah mencapai 98 persen. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/wsj.
Harianjogja.com, JAKARTA — Koperasi Energi Terbarukan Indonesia (Kopetindo) mendesak pemerintah agar lebih serius untuk menanggulangi masalah sampah di kota besar Indonesia.
Ketua Umum Kopetindo sekaligus pemerhati sampah, Widi Pancono mengatakan permasalahan pengelolaan sampah ini berkutat pada perdebatan yang tak berujung, seperti sebagian kalangan ada yang menyebut teknologi RDF atau refuse derived fuel sebagai pilihan yang tepat.
Namun, banyak pihak juga yang menyebutkan bahwa RDF justru mengandung banyak kekurangan atau kelemahan untuk diaplikasikan sebagai metode pengolahan sampah di DKI Jakarta.
“Jangan sampai sampah ini menjadi masalah tanpa usai. Jangan sampai terlalu lama kita hanya berkutat pada debat-debat tak berujung tentang metode pengolahan sampah, atau hal-hal lain, padahal sebenarnya di hadapan kita sudah tersedia metode atau cara yang baik dan efektif untuk mengatasinya,” tegasnya dikutip keterangan resmi Sabtu (11/3/2023).
Apalagi, kata Widi, pemerintah sudah berkomitmen untuk menghentikan pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah pada 2030 mendatang. Pasalnya, Widi sependapat dengan Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah dan B3 Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati yang mengatakan gas metan dalam sampah di TPA menyumbang emisi gas rumah kaca.
“Di tahun 2030 kita tidak akan membangun TPA dan lainnya. Dan di 2040 tidak akan ada TPA lagi. Itu cita-cita mulia," kata Widi.
Sementara itu, dia juga menyebutkan masalah pengolahan sampah ini sudah menjadi masalah besar yang tak terelakan di Indonesia, terutama kota-kota besar di Pulau Jawa.
"Khusus untuk Jakarta yang setiap hari menghasilkan 8.000 sampai 8.5000 ton sampah, harus menjadi perhatian serius. Perlu ada penanganan dan teknologi tepat untuk mengatasinya," pungkasnya.
Oleh sebab itu, Widi berharap kepada pemerintah dan praktisi usaha persampahan agar bisa menemukan metode yang efektif dalam mengatasi masalah pengelolaan masalah sampah ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kejagung menyita aset Dadan Hindayana senilai Rp8,4 miliar, termasuk Rolex Rp300 juta, Toyota Zenix, dan uang tunai.
Data center BDx Jatiluhur disetop sementara. Ekonom menyoroti kepastian regulasi, kebutuhan air, listrik, dan keberlanjutan investasi.
DPR akan mempertemukan pengelola SPPG dengan Kepala BGN Sudaryono pada Senin (5/10) membahas moratorium dapur MBG.
El Nino dan karhutla menekan produksi pangan Nabire. Harga cabai naik dan inflasi September 2026 mencapai 2,82 persen.
Ajang lari lintas alam Biosferun 2026 kembali digelar pada 18 Oktober 2026. Memasuki penyelenggaraan kelima, event trail run ini menawarkan pengalaman berbeda.
Sugiono resmi dilantik menjadi Menko PMK dalam reshuffle Kabinet Merah Putih. Simak sejumlah capaian Sugiono selama menjabat Menlu.