Vaksin Ebola Bundibugyo Masuk Uji Klinis Fase 1 di Oxford
Universitas Oxford memulai uji klinis fase 1 vaksin Ebola Bundibugyo yang dikembangkan dalam 57 hari sejak wabah dinyatakan.
Kecelakaan kereta Ohio/reuters
Harianjogja.com, JAKARTA—Sebanyak 43.700 hewan mati massal usai kejadian tergelincirnya kereta Ohio pada 3 Februari 2023 lalu.
Mary Mertz, Direktur Departemen Sumber Daya Alam Ohio, mengatakan perkiraan baru tersebut muncul di tengah perhitungan yang diperbarui.
Penelitian dilakukan oleh kelompok konsultan lingkungan, EnviroScience. Selama dua hari, dari 6-7 Februari, kelompok itu mengumpulkan sampel di empat lokasi berbeda. Selama waktu itu, ditemukan 2.938 hewan air yang mati, 2.200 di antaranya adalah ikan kecil, dan sisanya adalah ikan, amfibi, dan invertebrata.
BACA JUGA : Mahasiswa Jogja Diduga Cekoki Kucing dengan Miras
Berdasarkan ukuran sampel tersebut, petugas dapat menghitung jumlah total kematian hewan air dalam jarak 7,5 mil yang terkena dampak penggelinciran kereta. Perhitungan tersebut menunjukkan tol yang jauh lebih tinggi daripada sampel awal.
Perkiraan terbaru menunjukkan bahwa sekitar 38.222 ikan kecil berpotensi terbunuh akibat penggelinciran, serta tambahan 5.500 spesies ikan, amfibi, dan makhluk lainnya.
Area yang termasuk dalam perkiraan tersebut termasuk Sulphur Run, Leslie Run, Bull Creek, dan North Fork Little Beaver Creek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Universitas Oxford memulai uji klinis fase 1 vaksin Ebola Bundibugyo yang dikembangkan dalam 57 hari sejak wabah dinyatakan.
PSS Sleman masih membuka peluang meminjamkan pemain ke Liga 2 dan merekrut pemain muda baru sesuai gaya permainan tim.
PLTS 30 GW segera dilelang pada 2026 sebagai tahap awal target 100 GW. Investor masih menghadapi tantangan jaringan, regulasi, dan pembiayaan.
Karhutla Riau mencapai 16.264 hektare. Pemprov Riau menyemai 26 ton garam lewat OMC dan mengerahkan enam helikopter.
Gus Rozin merintis BPRS di Pati sejak 2005 untuk memperluas akses modal UMKM dan memperkuat ekosistem ekonomi syariah pesantren.
Guru Besar UGM Prof. Priyono Suryanto mendorong tiga transformasi penanganan karhutla, dari respons krisis menuju penjagaan hutan berkelanjutan.