Prabowo Targetkan 34 Waste to Energy Beroperasi 2 Tahun
Prabowo bangun 34 proyek waste to energy 2026 senilai US$3,5 miliar untuk atasi krisis sampah dan overkapasitas TPA.
Wapres Ma\'ruf Amin / Setwapres
Harianjogja.com, JAKARTA — Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengaku menolak tren gaya hidup childree atau keputusan pasangan yang memilih tidak memiliki anak yang kini yang tengah ramai di masyarakat.
Menurutnya, konsep gaya hidup childfree tersebut juga bertolak belakang dengan salah satu program pemerintah yaitu untuk menekan angka stunting atau gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang.
Apalagi, dia melanjutkan bahwa salah satu fungsi dari pernikahan diselenggarakan salah satunya untuk memiliki keturunan yang akan menjadi generasi penerus Tanah Air untuk menyambut bonus demografi ke depan.
“Bahkan, dalam program penanggulangan stunting tidak ada program dengan [tidak punya anak]. Tentu apa namanya itu, childfree? ya, jadi itu tidak ada. Karena pernikahan itu kan memang dimaksudkan untuk mengembangbiakan manusia agar bisa mengelola bumi ini sampai ke batas waktu terakhirnya sampai kiamat,” kata dia, dikutip melalui Youtube Sekretariat Wapres, Jumat (10/2/2023).
BACA JUGA: PDIP Gunungkidul Perlu Ikut Tangani Stunting
Mantan Rais Aam PBNU ini berkelakar apabila gaya hidup tersebut menjadi tren yang diadopsi oleh banyak masyarakat di Tanah Air, maka tentunya akan menjadi masalah ke depan.
Salah satunya akan terjadinya resesi seks yang tengah ramai menghantui sejumlah Negara di dunia, khususnya negara-negara maju.
“Nah, kalau nanti dia tidak punya anak, lantas dunia ini terus siapa yang melanjutkan? Jadi enggak ada. Enggak ada yang jadi wartawan, enggak ada yang mengisi profesi tertentu, karena enggak ada keturunan. Saya kira keturunan itu bagian daripada fungsi pernikahan mungkin itu penting,” paparnya.
Meski begitu, Mantan ketua umum Majelis Ulama Indonesia ini menilai merupakan cerita berbeda, apabila terdapat pasangan yang memilih untuk menunda memiliki anak untuk beberapa tahun setelah menikah.
“Berbeda kalau menunda mungkin, kalau menunda satu tahun, dua tahun itu tidak ada masalah namanya mengatur perkawinan nya supaya tidak langsung punya anak dia menunda 2 tahun nanti siap-siap begitu kemudian [baru punya anak] itu tidak masalah,” ujar Ma’ruf.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Prabowo bangun 34 proyek waste to energy 2026 senilai US$3,5 miliar untuk atasi krisis sampah dan overkapasitas TPA.
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu
Kadek Dhinda tersingkir di Malaysia Masters 2026 setelah kalah dari Ratchanok Intanon di babak 32 besar