Pelatihan Menjahit Disnaker DIY Siapkan Ibu-ibu Buka Usaha
Di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, sebanyak 20 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan menjahit. Kegiatan ini merupakan bagian pemberdayaan masyarakat.
Karyawan UMY Berfoto bersama/Ist
Lembaga Pengembangan Karir dan Sumber Daya (LPKSDM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan pelatihan dan sertifikasi profesi guna menunjang kapasitas dan kualitas kinerja karyawannya pada Senin (16/01) di amphiteater gedung Siti Walidah. Kepala LPKSDM UMY, Dr. Adhianty Nurjanah, S.Sos, M.Si mengatakan jika sertifikasi kompetensi ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja karyawan UMY.
“Sertifikasi ini bertujuan untuk menunjang kompetensi dan juga kinerja karyawan UMY agar bisa memberikan excellent service. Apalagi UMY juga sudah terakreditasi unggul dan dalam sebuah universitas yang mempunyai akreditasi unggul setidaknya harus memiliki 60 persen pegawai yang telah memiliki sertifikasi profesi,” ungkap Adhianty.
Ia juga mengungkapkan jika sertifikasi ini dianggap perlu untuk meningkatkan kapasitas karyawan dalam memanfaatkan teknologi. “Sekarang zaman sudah serba teknologi, kebutuhan kinerja kita juga harus menyesuaikan dengan teknologi tersebut. Dengan adanya sertifikasi ini, diharapkan karyawan kita juga mampu menggunakan teknologi dengan baik,” lanjutnya. Adhiyanty juga menegaskan setelah karyawan mendapatkan sertifikasi profesi, kinerja karyawan akan terus dipantau dan dievaluasi.
Sertifikasi ini diikuti oleh 235 karyawan tetap UMY. Pelatihan dan juga sertfikasi ini dilakukan dalam 4 gelombang. Diantara 235 karyawan yang mengikuti program ini, terdapat 56 karyawan yang akan pensiun yang turut serta mendapatkan pelatihan kompetensi umum dan pra pensiun. Adhianty menyebutkan jika karyawan yang akan pensiun mengikuti pelatihan ini sebagai bekal setelah pensiun.
Adhianty juga menyebut jika pelatihan kompetensi dan juga sertifikasi ini merupakan salah satu bentuk kepedulian UMY terhadap karyawan. “UMY sangat memperhatikan karyawannya, salah satu contohnya adalah agenda ini. Tak hanya itu, kami juga memberikan tunjangan kesehatan dan kesejahteraan karyawan, kami juga memberikan umroh gratis terhadap sejumlah karyawan dan dosen,” terangnya.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Prof. Dr. Nano Prawoto, S.E., M.Si. mengatakan jika pelatihan dan sertifikasi ini juga bertujuan untuk meningkatkan pelayanan di UMY. “Ketika kompetensinya bagus, kinjerjanya juga akan bagus, jika kinerjanya bagus maka pelayanan yang diberikan juga bagus, sehingga hal ini bisa membuat manajemen perguruan tinggi kita excellent,” ucapnya.
Nano berharap dengan adanya pelatihan kompetensi dan sertifikasi ini karyawan UMY bisa menjadi profesional sesuai dengan perkembangan zaman. Ia juga berharap ked epannya sertifikasi yang dilakukan lebih banyak lagi sehingga karyawan yang dihasilkan UMY profesional dan berkualitas sesuai dengan kebutuhan zaman
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, sebanyak 20 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan menjahit. Kegiatan ini merupakan bagian pemberdayaan masyarakat.
Polsek Prambanan dan Pos Lantas Mitra 11 menyita 10 motor saat razia balap liar di wilayah Prambanan, Klaten.
Pendaki Gunung Muria di Kudus jatuh ke jurang sedalam 40 meter di jalur Argopiloso dan berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.