QRIS Tap Belum Bisa Digunakan untuk iPhone, Ini Penjelasannya
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
PERAKIRAAN CUACA BMKG. Suasana gedung bertingkat di Jakarta, Selasa (20/12/2022). Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melaporkan prakiraan cuaca di Jakarta, Selasa (20/1/2022). JIBI/Bisnis/Fanny Kusumawardhani.
Harianjogja.com, SOLO— Peneliti BRIN Erma Yulihastin meminta maaf atas prediksi akan ada badai terjadi di wilayah Jabodetabek pada 28 Desember 2022.
Melalui akun media sosialnya, Erma juga memberikan klarifikasi soal pemilihan kata 'badai dahsyat' yang akhirnya menimbulkan polemik di tengah masyarakat.
Ia pun turut mengungkapkan alasan mengapa prediksi cuaca yang diambil dari Sadewa atau Satellite Disaster Early Warning System meleset. Menurutnya, prediksi itu meleset karena dua alasan.
Alasan yang pertama yakni karena faktor teknis yang timbul pada server Sadewa. Kedua adalah suhu laut di utara Jakarta mendingin sehingga pasokan uap air dan kelembapan udara tidak maksimal untuk "membuat proses konveksi mendalam" dan hasilnya intensitas hujan tidak sampai pada kategori esktrem.
Peneliti BRIN itu pun menegaskan bahwa maksud mengutarakan prediksinya di media sosial bukan untuk membuat gaduh. Melainkan memberikan peringatan agar publik waspada dan terhindar dari bencana.
Sebagai alih klimatologi BRIN, melempar prediksi di media sosial dan menggunaan istilah 'badai dahsyat' mungkin dirasa kurang tepat dan kini menjadi pelajaran berharganya bagi dirinya sebagai peneliti.
BACA JUGA: Libur Tahun Baru, Begini Strategi Pemkot Jogja Menyiasati Kekurangan Lahan Parkir
"Bahwa telah terjadi misinterpretasi publik mengenai istilah badai dahsyat, maka ini menjadi pelajaran berharga untuk saya sebagai periset agar memilih bahasa yang lebih tepat dan tidak menimbulkan makna ganda. Oleh karena itu saya memohon maaf atas dampak terhadap publik yang berada di luar kendali saya," tulis Erma di Facebook.
Ia mengklaim, badai dasyat yang dimaksutkannya adalah potensi cuaca ekstrem di Jabodetabek yang terjadi pada akhir Desember 2022.
Erma membeberkan penggunaan istilah badai dahsyat untuk menggantikan istilah ilmiah dua jenis badai di Laut Jawa dan Samudera Hindia, yakni Badai Derecho/Squall Line dan Badai MCC yang memang sedang intensif tejadi dan bergerak ke arah Jabodetabek.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Pembayaran menggunakan QRIS Tap ini berlaku sejak 30 Oktober 2025 bagi pengguna Android yang memiliki fitur NFC (Near Field Communication)
OpenAI mewajibkan pengguna ChatGPT di Mac memperbarui aplikasi sebelum 12 Juni 2026 usai insiden keamanan siber internal.
Harga BBM naik per 17 Mei 2026. Solar BP-AKR dan Vivo tembus Rp30.890 per liter, Pertamax Turbo dan Dexlite juga naik.
Veda Ega Pratama start dari posisi ke-21 Moto3 Catalunya 2026 usai gagal lolos Q2. Rider Indonesia tetap optimistis memburu rombongan depan.
Kevin Diks mencetak gol spektakuler saat Borussia Monchengladbach menghancurkan Hoffenheim 4-0 di Bundesliga 2025/2026.
CEO Aprilia Racing Massimo Rivola mendoakan Marc Marquez cepat pulih meski Aprilia sedang dominan di MotoGP 2026.