Gaji PPPK Terancam, Kemenkeu Salurkan Rp20,5 Triliun
Kemenkeu mencairkan Rp20,5 triliun kepada 490 Pemda untuk membantu kebutuhan gaji PPPK dan belanja daerah.
Presiden PKS Ahmad Syaikhu/PKS
Harianjogja.com, JAKARTA—Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Kholid menegaskan partainya akan tetap menjadi oposisi hingga masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berakhir.
Sebelumnya, santer kabar yang menyebutkan PKS ditawari dua jatah menteri. Dengan begitu, koalisi antara PKS, NasDem, dan Demokrat tak jadi terbentuk. Meski begitu, Kholid mengatakan musyawarah Majelis Syuro memutuskan partainya tetap berada di luar pemerintahan.
“Hasil Keputusan Musyawarah Majelis Syuro menegaskan PKS tetap di luar pemerintahan atau oposisi. Keputusan tersebut mengikat kepada seluruh anggota, pengurus, dan pimpinan,” jelas Kholid lewat pesan singkat, Jumat (28/10/2022).
Dia pun menggarisbawahi isu yang beredar tak benar, sebab keputusan Majelis Syuro sudah tak bisa diganggu gugat.
BACA JUGA: PKS, Demokrat, NasDem Bikin Tim Kecil Bahas Konsep Koalisi
“Sepengetahuan dari kami tidak ada. Presiden PKS Ahmad Syaikhu tidak pernah mendapatkan tawaran itu,” ujarnya.
Kholid mengakui saat periode pertama pemerintahan Jokowi, ada tawaran menjadi menteri. Meski begitu, saat periode kedua Jokowi saat ini, tak pernah ada tawaran serupa.
“PKS konsisten memutuskan di luar pemerintahan,” ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kemenkeu mencairkan Rp20,5 triliun kepada 490 Pemda untuk membantu kebutuhan gaji PPPK dan belanja daerah.
Timnas Indonesia dinilai punya keuntungan di FIFA ASEAN Cup 2026 karena bisa menurunkan skuad penuh dan berstatus tuan rumah.
Warga Padukuhan Karang, Tuksono, Kulonprogo, kembali memprotes tambang pasir Sungai Progo. CV BKS menyebut seluruh perizinan telah lengkap.
Jenazah Sukarman, kru KM Arupadatu I, tiba di Soetta dari Bengkulu dan langsung dibawa ke rumah duka di Pandeglang.
Harga BBM hari ini 24 September 2026 masih mengikuti penyesuaian awal September. Pertamax tetap Rp15.950 per liter.
Bank Indonesia mempertahankan BI Rate 5,75% pada September 2026. Stabilitas rupiah dan tekanan pasar keuangan global menjadi pertimbangan utama.