Pemkab Boyolali Klaim Belum Ada Kasus Anak Gagal Ginjal Akut

Jumali
Jumali Jum'at, 21 Oktober 2022 22:37 WIB
Pemkab Boyolali Klaim Belum Ada Kasus Anak Gagal Ginjal Akut

Foto ilustrasi. /Freepik

Harianjogja.com, BOYOLALI -- Masyarakat Kabupaten Boyolali diimbau untuk tetap tenang dalam menghadapi penyakit gagal ginjal akut.

Meski telah merebak di beberapa wilayah, namun Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali menyebutkan belum ada kasus terkait maraknya gagal ginjal akut yang terjadi pada anak usia 0 hingga 18 tahun di Kota Susu.

BACA JUGA : Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Sleman

"Maraknya gagal ginjal akut pada anak, di wilayah Boyolali hingga saat ini, belum ada kasus," ungkap Kepala Dinkes Kabupaten, Puji Astuti dikutip dari laman resmi Pemkab, Jumat (21/10/2022).

Dilanjutkan olehnya, gejala gagal ginjal akut yang menyerang pada anak usai 0 sampai 18 tahun dimulai deman tujuh hingga 14 hari.

"Kemudian, penderita adanya gangguan mulai baik prerenal, renal maupun pos renal yakni dengan air kencing tidak lancar dan air kencing berwarna kemerahan," ujar Puji.

Selain itu, apabila pasien mempunyai gejala tersebut, petugas dapat mencari informasi riwayat perjalanan sebelumnya atau riwayat pernah terkena penyakit Covid-19 pada penderita.

"Jadi hal-hal yang ada hubungannya dengan infeksi itu, perlu ditanyakan secara mendetail," katanya.

Bahkan, kata dia, dari pemeriksaan laboratorium juga perlu dilakukan adanya nanti akan ditemukan oreum kreatinin yang meningkat.

Kreatinin merupakan zat limbah dalam darah yang diproduksi oleh jaringan otot saat Anda bergerak atau beraktivitas. Jumlah kreatinin di dalam darah diatur oleh ginjal. Itulah alasan mengapa pemeriksaan kadar kreatinin sering dilakukan sebagai salah satu cara untuk menilai fungsi ginjal.

Dia menegaskan bahwa di Kabupaten Boyolali hingga sekarang belum ditemukan adanya kasus gagal ginjal akut pada anak.

Sebagai tambahan informasi, Kementerian Kesehatan sebelumnya telah mencatat 189 kasus gagal ginjal akut misterius pada anak dari berbagai wilayah di Indonesia. Menurut data Kementerian Kesehatan, gagal ginjal akut misterius terjadi pada anak usia enam bulan sampai 18 tahun.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Jumali
Jumali Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online