Polisi dan TNI Turun ke Sawah, Prabowo: Itu Demi Swasembada Pangan
Prabowo soroti peran TNI dan Polri di sektor pangan. Produksi beras dan jagung Indonesia disebut tertinggi sepanjang sejarah.
TikTok terancam karena adanya dugaan pelanggaran data anak./ilustrasi
Harianjogja.com, JAKARTA - Platform video pendek asal China TikTok menghadapi ancaman denda dengan nilai US$29 juta atau Rp439 miliar setelah Kantor Komisaris Informasi (ICO) Inggris mengungkap adanya pelanggaran data anak.
ICO mencatat bahwa TikTok telah memproses data anak-anak di bawah usia 13 tahun tanpa persetujuan orang tua selama dua tahun, yakni dari Mei 2018 hingga Juli 2020. TikTok juga dianggap telah gagal memberikan informasi yang tepat kepada penggunanya dengan cara yang ringkas, transparan, dan mudah dipahami dalam memproses data kategori khusus.
Data kategori khusus ini merujuk data pribadi yang sensitif di berbagai bidang seperti orientasi seksual, keyakinan agama, asal etnis, ras, opini politik, data genetik, dan biometrik.
"Perusahaan yang menyediakan layanan digital memiliki kewajiban hukum untuk menerapkan perlindungan tersebut, tetapi pandangan sementara kami, TikTok tidak memenuhi persyaratan itu," ujar Komisaris Informasi John Edwards dikutip dari TechCrunch pada Selasa (27/9/2022).
Dalam dokumen hukumnya, ICO telah memberi tahu TikTok tentang kemungkinan denda yang merujuk pada pelanggaran Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR). Dalam regulasi itu, Inggris memang mengharuskan perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah kuat melindungi pengguna di bawah umur, termasuk menangani bagaimana platform memungkinkan anak-anak berinteraksi dengan orang dewasa.
Apabila melanggarnya, perusahaan terancam denda hingga US$19 juta atau 4 persen dari omset global mereka. Dalam kasus TikTok, perusahaan dilaporkan meraup omset sekitar US$4 miliar tahun lalu. Jadi, denda US$29 juta dapat ditafsirkan hanya setetes air di lautan.
Juru bicara TikTok mengatakan bahwa perusahaan tidak setuju dengan pandangan awal dari ICO. "Kami berniat untuk secara resmi menanggapi ICO pada waktunya," ujarnya.
Diketahui, TikTok menjadi platform video pendek dengan pertumbuhan tercepat. Jumlah pengguna aktif TikTok melampaui 1 miliar pengguna pada tahun lalu.
Namun, regulator teknologi global banyak yang khawatir dengan keamanan data di platform, terutama bagi pengguna di bawah umur.
Menanggapi kekhawatiran itu, TikTok telah mencoba mengantisipasinya. TikTok misalnya telah menonaktifkan pesan langsung untuk pengguna berusia di bawah 16 tahun dan memperkenalkan fitur seperti mode keamanan keluarga serta pengelolaan waktu layar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Prabowo soroti peran TNI dan Polri di sektor pangan. Produksi beras dan jagung Indonesia disebut tertinggi sepanjang sejarah.
Denmark vs Portugal berlangsung Jumat (2/10) pukul 01.45 WIB. Ronaldo absen setelah meninggalkan pemusatan latihan Portugal.
Pemkot Yogyakarta mematangkan pengajuan UNESCO World Book Capital 2028 melalui konsolidasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem buku dan literasi.
Klasemen Asian Games 2026 terbaru, Indonesia naik ke peringkat 13 setelah Desak Made meraih emas speed putri.
Jadwal Asian Games 2026 Indonesia hari ini, dari final MLBB hingga panjat tebing Aditya Tri Syahria dan Veddriq Leonardo.
Harper Malioboro Yogyakarta bersama BPBD Kota Yogyakarta menggelar pelatihan evakuasi gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan staf menghadapi kondisi darurat.