Pemberdayaan Masyarakat dan Semangat Pembangunan Indonesia
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Gibran Rakabuming Raka/Antara-Aprilio Akbar
Harianjogja.com, SOLO — Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka, menanggapi permintaan salah satu netizen agar Kecamatan Kartasura, Kecamatan Colomadu, dan Kecamatan Ngemplak agar masuk wilayah administrasi Kota Solo, Jawa Tengah.
Perlu diketahui, tiga kecamatan tersebut memang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Solo. Akan tetapi, tiga daerah tersebut secara administrasi masuk Kabupaten Sukoharjo untuk Kecamatan Kartasura.
Sedangkan Colomadu masuk di wilayah Kabupaten Karanganyar serta Ngemplak ada di Boyolali, Jawa Tengah.
Namun, netizen pengguna akun Twitter @tonok_bc meminta agar Kartasura, Colomadu, dan Ngemplak masuk dalam wilayah administrasi Kota Solo. Hal ini dimaksudkan agar pembangunan di tiga daerah tersebut lebih terintegrasi dan berkesinambungan.
“Kartasura, Colomadu, Ngemplak (Boyolali) idealnya masuk admin Solo. Biar pembangunan lebih terintegrasi & berkesinambungan. Kalo mayoritas warga kompak mendukung tuk bergabung, saya yakin bisa,” terang netizen pengguna akun Twitter @tonok_bc.
Ternyata hal tersebut dijawab oleh Gibran. Melalui akun Twitter resminya, @gibran_tweet, dia mengatakan permintaan Kartasura, Colomadu, dan Ngemplak untuk masuk Solo tak semudah itu.
“Ya gak semudah itu Pak,” jelas pengelola akun Twitter @gibran_tweet.
Tak hanya tiga daerah tersebut, ada juga permintaan agar Palur, Gentan, dan Grogol untuk masuk wilayah administrasi Kota Solo.
“Ora sisan Palur, Gentan, Grogol, Gondangrejo, dll yo melu Solo Kota sisan. Bar kui lak Pak Wali dipleroki ro bupati bupati daerah kui,” jelas netizen pengguna akun Twitter @Kewerans_Crew.
Sebagai informasi, dari tiga daerah tersebut, Colomadu memang diketahui wilayah yang letaknya terpisah dengan pusat kota Kabupaten Karanganyar. Padahal jika dilihat dari peta, Colomadu lebih dekat dengan Solo, Sukoharjo, maupun Boyolali.
Karena terpisah dengan kecamatan lainnya di Karanganyar inilah yang membuat Colomadu disebut wilayah ekslave.
Meski terpisah dari kecamatan-kecamatan lainnya di Karanganyar, Colomadu tumbuh menjadi daerah yang maju. Banyak perumahan, perhotelan, industri maupun area perkantoran berada di daerah ini.
Hal ini dikarenakan Colomadu berada di jalur yang strategis, berada dekat dengan Bandara Adi Soemarmo di Boyolali dan jalan utama Solo – Jogja maupun Solo – Semarang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemberdayaan masyarakat menjadi strategi penting transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045 melalui kolaborasi dan pendampingan berkelanjutan.
Pendaftaran Sekolah Kedinasan 2026 dibuka 18-30 Agustus. Simak 20 sekolah yang sebelumnya tidak mensyaratkan nilai UTBK-SNBT.
Fajar/Fikri lolos ke 16 besar Kejuaraan Dunia BWF 2026 setelah mengalahkan Eloi Adam/Leo Rossi dua gim langsung di New Delhi.
Spotify memperluas Running Mode ke Android. Fitur AI ini menyesuaikan playlist dengan tempo lari, tetapi belum tersedia di Indonesia.
Pasar murah Pemkab Bantul di Pajangan diserbu warga. Harga beras, minyak, telur, gula, dan bawang dijual lebih murah dari pasaran.
Polri membantah pencegahan Febrie Adriansyah dilakukan sewenang-wenang dan menyebut tindakan itu untuk kepentingan penyidikan.