Operasional KA Pangrango Terganggu Longsor, KAI Klaim Ganti 60% Tiket
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Ilustrasi-Yogurt/Thetimes.co.uk
Harianjogja.com, JAKARTA - Virus Covid-19 umumnya menginfeksi orang selama 10 hingga 14 hari.
Begitupun gejala yang dirasakan. Namun pada beberapa kasus, gejala yang ditimbulkan oleh virus ini menetap dalam waktu yang lama di dalam tubuh.
Kondisi ini biasa disebut long Covid, saat seorang penyintas Covid-19 merasakan gejala Covid-19 dalam waktu yang lama.
Berikut ini fakta mengenai long Covid berdasarkan indiatimes.
Pada long Covid, umumnya orang mengalami kelanjutan gejala hingga lebih dari 12 minggu setelah terpapar virus Covid-19. Gejala itu meliputi kelelahan, kabut otak, mata merah, sakit kepala serta jantung yang berdebar lebih cepat.
Meskipun belum ada obat yang ditemukan untuk menangani gejala long Covid. Namun para penderita long Covid biasanya melarang makanan mengandung histamin agar tidak memperburuk gejala long Covid.
Para ahli kesehatan melihat bahwa pasien Covid-19 pulih dan merasa kesehatannya membaik setelah mengonsumsi antihistamin. Sementara gejala Covid-19 sama seperti para penderita antihistamin, lalu gejala long Covid tak ubahnya gejala Covid-19 yang menetap dalam waktu lama, jadi tak punyai banyak perbedaan. Maka Antihistamin dipercaya bisa meringankan gejala yang dialami para penderita long Covid.
Histamin sendiri merupakan bahan kimia yang dikeluarkan dalam tubuh untuk melawan alergen potensial yang dapat memicu bersin, menangis ataupun gatal.
Jika long Covid terjadi akibat dari intoleransi histamin, maka mengurangi makanan yang mengandung histamin adalah cara yang tepat untuk mengurangi gejalanya.
Hal ini bisa dilihat dari percobaan mengubah pola makan, jika ternyata ditemukan penyebab lain yang menyebabkan long Covid, maka makanan mengandung histamin tidak akan mempengaruhi kondisi kesehatan. Namun jika ternyata berpengaruh dan menimbulkan peradangan, maka diet histamin harus dilakukan.
● Alkohol Dan minuman fermentasi lainnya
● Makanan fermentasi seperti yogurt ataupun asinan kubis
● Alpukat
● Buah kering
● Terong
● Bayam
● Kerang
● Daging olahan ataupun daging asap
● Alkohol
● Pisang
● Tomat
● Bibit gandum
● Kadang polong
● Coklat
● Pepaya
● Kacang kenari, kacang mete dan kacang tanah
Jika makanan mengandung histamin dilarang bagi penderita long Covid akibat intoleransi histamin, makanan ini dianjurkan dikonsumsi untuk penderita long Covid. Ahli kesehatan menganjurkan penderita long Covid untuk mengonsumsi makanan kaya vitamin C seperti jeruk, paprika, kentang, stroberi serta brokoli.
Selain itu, makanan dengan quercetin seperti apel merah, bawang, anggur, serta buah beri juga dianjurkan untuk dikonsumsi oleh penderita long Covid. Lalu sayuran segar harus disajikan setiap harinya.
Perawatan lain seperti beristirahat dengan cukup serta berolahraga cukup sangat penting untuk dilakukan. Karena hal tersebut bisa yang meningkatkan kekebalan tubuh serta mengurangi gejala long Covid.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Longsor di area jalur rel KM 17+7/8 antara Stasiun Cicurug dan Maseng berdampak pada operasional perjalanan KA Pangrango lintas Bogor- Sukabumi.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.
Tesla resmi menaikkan harga Model Y di AS setelah dua tahun. Simak daftar harga terbaru dan persaingan ketat di pasar mobil listrik.