Komitmen Perpustakaan USD Alih Aksara Lontar Kuno
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Burger rasa daging manusia di Swedia./All That’s Interesting
Harianjogja.com, JOGJA—Apabila Anda bosan makan burger rasa daging ayam atau sapi, mungkin perlu mencoba patty burger rasa daging manusia. Iya, Anda tidak salah membaca. Namun tenang saja, tidak ada penyembelihan manusia di belakang kedai Oumph! yang berbasis di Swedia ini.
Daging palsu ini dibuat dengan kedelai, jamur, protein gandum, lemak nabati, dan campuran rempah-rempah yang misterius. Sebelum mengiklankan burger-nya memiliki rasa daging manusia, produk dari Oumph! sempat mendapat penghargaan melalui burger bernuansa Helloween tahun 2021.
Mereka menerima penghargaan Silver Brand Experience and Activation Lion di Festival Kreativitas Cannes Lions untuk burger bertekstur daging manusia. Penghargaan ini lantaran kreativitas mereka, meski mungkin banyak orang yang ngeri membayangkan daging manusia ini.
Direksi Oumph!, Henrik Kerman, mengatakan apabila perusahaan dengan merek kecil sepertinya perlu berani membuat gebrakan. “Kami harus berani dan siap untuk mendorong beberapa batasan untuk melakukan terobosan, dan saya pikir kampanye ini adalah contoh yang baik dari kami melakukan hal itu,” kata Henrik, seperti dilansir dari All That’s Interesting, Rabu (7/9/2022).
Direktur Kreatif Eksekutif LOLA MullenLowe, perusahaan perancang iklan burger daging manusia, Tomás Ostiglia, mengatakan bahwa konsumen mungkin akan kecewa saat memakan burger tersebut dan rasanya biasa saja.
“Dan tentu saja, solusinya adalah membuat burger daging manusia nabati yang enak. Keberanian meluncurkan ide berisiko yang 100 persen, namun di sisi lain juga selalu dihargai,” katanya.
“Misi kami adalah mengubah cara orang makan, dan tugas kami adalah menggunakan kreativitas sebagai alat untuk mewujudkan perubahan ini,” tambah Henrik.
Oumph! pertama kali meluncurkan daging babi nabati di negara asal mereka, Swedia, dan langsung sukses. Setelah itu mereka mulai memperluas operasi di seluruh Eropa, termasuk Belanda, Jerman, dan Inggris.
Pada tahun 2020, penjualan Oumph! telah melonjak 400 persen di Inggris, dan pada awal 2021, mereka berkembang di luar Eropa ke Australia.
Meski kampanye cukup menarik perhatian masyarakat, beberapa orang menganggap rasa burger itu tidak seperti daging manusia. Ada pertanyaan besar, bagaimana produsen maupun konsumen bisa tahu apabila itu rasanya seperti daging manusia? Apakah ada riset rasa daging manusia sungguhan?
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dari komitmennya mentransliterasi atau alih aksara lontar dan naskah kuno, Perpustakaan Universitas Sanata Dharma (PUSD) meraih Anugerah Kebudayaan DIY 2024.
Polda DIY lakukan asistensi kasus Shinta Komala di Sleman. Dua perkara diusut, polisi pastikan penanganan sesuai SOP.
DPRD DIY memastikan tidak ada pemberhentian guru non-ASN. Penugasan diperpanjang hingga 2026, kesejahteraan tetap dijaga.
Jumlah menara telekomunikasi di Bantul capai 300 unit. Diskominfo sebut minat investasi mulai menurun seiring kebutuhan yang tercukupi.
X batasi unggahan hanya 50 per hari untuk akun gratis. Kebijakan ini dorong pengguna beralih ke layanan berbayar.
Jalan rusak menuju Gua Pindul Gunungkidul dikeluhkan warga. Perbaikan dijadwalkan Juli-Agustus namun belum menyeluruh.