Adu Banteng Dua Truk di Sragen, Tiga Orang Terluka
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
SPBU Vivo menjual Revvo 89 yang sama dengan pertalite
Harianjogja.com, JAKARTA - Nama SPBU Vivo sedang viral baru-baru ini lantaran harga Bahan Bakar Minyak (BBM) miliknya dijual dengan harga lebih murah dari Pertamina.
Namun, penjualannya SPBU Vivo terkhusus BBM Revvo 89 bak hilang ditelan bumi, di tengah namanya yang sedang naik daun.
Sempat viral, hal tersebut dikarenakan pengaruh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menyesuaikan harga atau membuka ruang bagi pemburu rente, akan tetapi hal tersebut langsung dibantah dalam keterangan pers.
Adapun kualitas BBM ini bisa dinilai dengan bilangan oktan atau Research Octane Number (RON), penilaian berdasarkan RON ini bisa dilihat dari besaran tekanan atau kompresi yang bisa diberikan sebelum bensin terbakar secara spontan.
BACA JUGA: Kekerasan Seksual Bertebaran di Kampus Jogja, Begini Cara Penanganannya
Kemudian, BBM yang memiliki bilangan oktan yang tinggi akan membuat bahan bakar menjadi lebih lambat terbakar, sehingga lebih sedikit meninggalkan residu yang dapat mengganggu laju mesin.
Artinya, semakin tinggi nilai bilangan oktan pada suatu BBM, maka akan semakin bagus kualitas bahan bakar tersebut.
Dikutip pertaminaretail.com, Pertalite merupakan bahan bakar yang memiliki bilangan oktan 90 dengan tambahan additive, Pertalite mampu menempuh jarak yang lebih jauh dengan tetap memastikan kualitas dan harga yang terjangkau.
Sedangkan, Revvo 89 yang disediakan oleh SPBU Vivo memiliki bilangan oktan 89, dengan begitu kualitas Pertalite jauh diatas Revvo 89.
Kendati demikian, jika melihat keadaan saat ini Revvo 89 unggul dengan harga lebih murah dari Pertalite, satu liter Revvo 89 dibanderol Rp 8900 sedangkan Pertalite dengan harga baru mencapai Rp10.000.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Dua truk adu banteng di Sragen Wetan, tiga awak luka dan dirawat di RSUD. Diduga akibat pengemudi kurang konsentrasi.
Perimenopause tingkatkan risiko penyakit jantung pada perempuan. Simak hasil studi terbaru dan cara menjaga kesehatan jantung.
Pisang bertandan ganda di Gunungkidul menarik perhatian. Pemkab siap kembangkan jadi varietas unggulan.
Penyelenggaraan 35th International Cycling History Conference (ICHC) menghasilkan Piagam Klaten.
Eks staf RS di Boyolali gelapkan Rp628 juta, dipakai judol dan pinjol. Polisi ungkap modus manipulasi laporan keuangan.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi DIY menyosialisasikan dua kebijakan premium baru, yakni Golden Visa dan Global Citizen Indonesia.