Juara Thailand Open 2026, Leo/Daniel Bangkitkan Harapan Olimpiade
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Ilustrasi spanduk kuliner sate jamu di Soloraya./Youtube via Solopos
Harianjogja.com, SOLO-Mendengar kata "Kota Solo", ada banyak hal menarik dan unik yang bisa dibicarakan. Beberapa di antaraniya soal kuliner daging anjing dan budaya mendem warganya.
Di Kota Solo, mencari warung menu olahan daging anjing tidaklah sulit. Lokasinya menyebar di berbagai wilayah dan secara terang-terangan pemilik warung berani menuliskan plakat di depan warungnya.
Tidak susah untuk menemukan warung yang oleh sebagian warga disebut dengan istilah “warung sate jamu” itu. Bahkan beberapa penggemar kuliner daging anjing punya warung favorit masing-masing.
Dosen Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma Jogja, Heri Priyatmoko, menyebut ada puluhan warung sate jamu di Solo. Warung-warung itu ada yang buka pagi, sore, dan malam hari, dengan aneka hasil olahan daging anjing. Seperti satai, tongseng, rica-rica, grabyasan atau goreng, dan yang dikombinasikan dengan menu nasi goreng.
Baca juga: Merasa Diprank Lagi, Begini Komentar Warganet soal Kenaikan Harga BBM
Penulis buku Sejarah Wisata Kuliner Solo itu menyebut tak sedikit yang menyukai rica-rica, walau berbahan tulang belulang dan sedikit daging yang menempel. Sajian bumbu pedas dan hangat disukai konsumen.
Sementara untuk menu grabyasan dikemas dalam bungkusan kecil-kecil yang berisi beberapa potong daging goreng berukuran mungil. Hingga akhir 1980 an masih ditemui pedagang keliling di kampung menawarkan grabyasan.
Menurut Heri, pada tahun 1940-an ada sosok penjual olahan daging anjing yang sangat dikenal masyarakat. Sosok itu dikenal dengan nama Mitro Jologug yang berarti menjala anjing. Sosok ini berjualan rica-rica anjing. Usahanya berlanjut turun temurun oleh anak, cucu, hingga mantan pembantu di warungnya.
Merujuk sejarawan Anthony Reid (2011), anjing di Asia Tenggara menjadi santapan warga karena dimaknai binatang tidak bertuan.
Ihwal bertahan lamanya kuliner daging anjing, menurut Heri, tidak lepas dari masih adanya konsumen yang mencarinya. “Dan regenerasi berjalan laiknya bakul sate jamu menurunkan seni olah-olah ke anak dan cucunya,” ujar dia, Sabtu (3/9/2022).
Eksis Karena Kaum Abangan
Kuliner daging anjing terus bertahan hingga saat ini berkat masih eksisnya kaum abangan. Selain itu juga karena faktor suburnya budaya mabuk-mabukan alias mendem warga yang biasa dipadukan dengan trambul atau juga santapan ringan.
Trambul ini biasanya berupa olahan daging atau tulang anjing. Ihwal tradisi mabuk yang mewabah di Solo disebutkan jurnalis Bromartani pada 25 Agustus 1881. Di tulisan itu menyebutkan Solo adalah lahan basah bisnis arak.
Tiga dekade berikutnya, wartawan Darmo Kondo melaporkan temuannya tentang arak gelap. Diceritakan, polisi Jokowesti menangkap dua wanita membawa arak gelap di Coyudan. Mereka lalu digelandang polisi.
“Budaya omben-omben atau mabuk minuman keras merebak di Solo berpuluh-puluh tahun. Pendukungnya tidak sedikit. Sehinga melahirkan terminologi lokal yang tak ditemukan di daerah lain, ndem-ndeman,” kata dia. Istilah itu ternyata tercatat di Bromartani edisi 28 Juni 1883.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Solopos
Leo/Daniel juara Thailand Open 2026 usai kalahkan pasangan India. Kemenangan ini jadi momentum menuju Olimpiade 2028.
Veda Ega Pratama tetap berada di posisi lima besar klasemen Moto3 2026 usai finis kedelapan pada seri Catalunya di Spanyol.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.