Insentif Fiskal Difokuskan ke Industri Padat Karya, Ini Alasannya
BKPM menjadikan penyerapan tenaga kerja sebagai syarat utama insentif fiskal demi dorong investasi padat karya.
Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto (kedua dari kiri) membuka acara Banteng and Night Run di Kota Medan Sumatra Utara, Sabtu (13/8), yang dilaksanakan sebagai lanjutan rangkaian perayaan HUT PDIP ke-49 dan Jelang HUT RI ke-77 pada tahun ini./Dok. PDIP
Harianjogja.com, JAKARTA — Sekretaris Jenderal PDI perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto memberi sinyal kalau PDIP belum berencana membentuk koalisi dengan partai politik (parpol) lain dalam waktu dekat.
“Bagi PDIP, kami menginginkan kerja ke bawah dulu, semua meningkatkan kinerjanya bagi masyarakat,” ujar Hasto kepada awak media di pelataran Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (21/8/2022).
BACA JUGA: Hendak Terbitkan IPL Tol Jogja-YIA, Ini yang Jadi Pertimbangan Pemda DIY
Hasto mengatakan PDIP menghormati pilihan parpol lain yang terlebih dahulu membentuk koalisi. Meski begitu, lanjutnya, PDIP tak akan tergesa-gesa karena masih banyak permasalahan yang dihadapi masyarakat.
Menurutnya, PDIP ingin memastikan kestabilan menjelang tahun pesta demokrasi pada 2024. Dengan begitu, Pemilu 2024 dapat terlaksana dengan semangat optimisme.
“Sehingga Pemilu 2024 nanti dilaksanakan dalam suasana kegembiraan, dalam suasana keberhasilan pemerintahan, tidak menghadapi berbagai ancaman, tekanan dunia internasionaal, tetapi dalam situasi di mana prestasi itu setinggi-tingginya,” jelas Hasto.
Dia juga mengklaim, saat nanti Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengumumkan koalisi, akan terjadi konsolidasi antarparpol, bukan perpecahan. Meski begitu, dia tak menjelaskan bagaimana caranya.
BACA JUGA: Warna-Warni Puluhan Layangan Warnai Langit Pantai Samas
Pernyataan senada disampaikan Ketua DPP PDIP Puan Maharani. Menurutnya, Pemilu 2024 masih lama, sehingga yang terpenting saat ini adalah kesatuan para parpol untuk membuat Indonesia lebih baik.
“Bagaimana kemudian partai politik itu mempunyai komitmen untuk bisa bersama membangun Indonesia lebih baik. Ada waktu bertanding dan ada waktunya bersanding,” jelasnya kepada awak media di pelataran Gelora Bung Karno (GBK), Minggu (21/8/2022).
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
BKPM menjadikan penyerapan tenaga kerja sebagai syarat utama insentif fiskal demi dorong investasi padat karya.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.
Polres Bantul perketat patroli malam untuk tekan klitih dan kejahatan jalanan. Orang tua diminta awasi anak sebelum jam 22.00 WIB.
Imigrasi Tangerang tangkap 19 WNA pelaku love scamming di apartemen Teluknaga, diduga sindikat internasional dari Kamboja.
Nadiem Makarim dituntut 18 tahun dalam kasus Chromebook. Kuasa hukum optimistis bebas, pleidoi dijadwalkan awal Juni.
PAD wisata Gunungkidul sudah 72% hingga Mei 2026. Pantai Drini dan Sepanjang jadi penyumbang terbesar, target diprediksi tercapai Juni.