AI Masuk E-Katalog, Luhut Klaim Anggaran Bisa Hemat 30 Perse
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Ilustrasi/Pixabay
Harianjogja.com, SOLO — Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo mencatat ada enam dari 129 warga yang terjangkit demam berdarah dengue atau DBD meninggal dunia.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan DKK Solo Tenny Setyoharini menjelaskan insiden rate DBD Solo mencapai 22,2/100.000 penduduk dengan case fatality rate 4,6 persen.
Namun Tenny tidak hafal ketika ditanya wilayah kelurahan mana yang paling banyak kasus serta golongan warga usia yang paling banyak terkena DBD dari 129 kasus tersebut di Solo.
“Upaya dari dinas kesehatan dari awal tahun sudah ada surat kepala dinas untuk kewaspadaan musim. Harus melakukan pemberantasan sarang nyamuk [PSN],” katanya saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (3/8/2022).
Dia menjelaskan masih ada curah hujan yang berpotensi risiko berkembangnya nyamuk Aedes aegypti yang menjadi vektor penularan DBD. Masyarakat harus melakukan PSN secara rutin.
Nyamuk penyebab DBD itu biasanya berkembang biak di air bersih dan bisa pula di tampungan air meskipun airnya sedikit. Berbagai upaya telah dilakukan dengan kegiatan promosi kesehatan melalui Puskesmas.
Selain itu DKK Solo melakukan kegiatan Jumat Sehat ke wilayah kelurahan setiap dua pekan, dan mengaktifkan kembali kegiatan kader juru pemantau jentik-jentik (jumantik). Hal itu sebagai upaya mencegah bertambahnya kasus DBD di kalangan warga Solo.
Dia menjelaskan Jumat Sehat melibatkan warga, kader kesehatan, dan pemangku wilayah setempat untuk membahas masalah kesehatan setempat beserta solusinya.
Catatan Solopos.com - Jaringan Harianjogja.com, satu orang meninggal dunia akibat penyakit DBD di Kelurahan/Kecamatan Jebres, Solo, berdasarkan pemantauan dari awal tahun sampai 17 Maret 2022. Puluhan warga Kelurahan Jebres melakukan deklarasi di Taman Cerdas Kelurahan Jebres supaya tidak ada lagi kasus DBD dengan menggerakkan semua warga Jebres.
Lurah Jebres, Solo, Lanang Aji Laksito, mengatakan ada dua warga yang dilaporkan kena DBD. Keduanya adalah orang dewasa dan satu orang di antaranya meninggal dunia pada Februari lalu. “Rumah yang meninggal dunia ada pot-pot tanaman. Mungkin bisa untuk bertelur nyamuk,” katanya kepada Solopos.com.
Dia mengatakan warga perlu peduli dengan kesehatan dan mengenali gejala DBD supaya tidak terlambat penanganannya. Gejala DBD mirip dengan tifus.
Menurut dia, Kelurahan Jebres sudah memiliki kader jumantik serta program Pemberantasan Sarang Nyamuk Pemantauan Jentik Berkala (PSN PJB) Silang Antar-RW. Program tersebut sudah dijalankan sejak tahun lalu.
“Kader RW melakukan pemantauan jentik antar-RW. Kader tidak mengecek di RW-nya namun ke RW lain. Jadinya lebih objektif. Kader tidak mengenal rumah yang disurvei,” paparnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Luhut menyebut integrasi AI dalam E-Katalog dapat menghemat anggaran 20%-30% serta meningkatkan transparansi pengadaan pemerintah.
Peneliti Jepang mengembangkan program e-Bocchi untuk membantu anak menghadapi kesepian, meningkatkan kemampuan mencari bantuan, dan mencegah depresi.
Petisi penolakan proyek geothermal Gunung Ungaran menembus 7.000 dukungan. Pemprov Jateng memastikan perizinan dan amdal dikaji ketat.
Muhammadiyah meminta polisi tidak tebang pilih mengusut dugaan kekerasan yang melibatkan anggota maupun ormas berdasarkan bukti hukum.
Dokter UGM mengingatkan pentingnya mengontrol kolesterol dan menerapkan gaya hidup sehat untuk menekan risiko penyakit jantung dan stroke.
Program Manajemen Talenta Nasional di ISI Jogja menyiapkan talenta seni, olahraga, riset, dan inovasi untuk berkontribusi pada ekonomi nasional.