ARSIP MENYAPA: Merawat Memori Kolektif Melalui Arsip
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Wisatawan berbelanja di Istana Oleh-oleh Endang Jaya cabang Blondo yang kini telah dilengkapi dengan restoran dan aksesoris. - Ist
Harianjogja.com, MAGELANG — Istana oleh-oleh Endang Jaya yang berada di Magelang kini dikembangkan menjadi one stop shopping. Setelah membuka restoran, toko oleh-oleh ini juga melengkapi dengan penjualan aksesoris.
“Kami ingin menjadi Endang Jaya menjadi one stop shopping untuk produk oleh-oleh khas Magelang dan sekitarnya. Jadi para customer bisa datang ke Endang Jaya menikmati restoran, belanja oleh-oleh dan bisa belanja aksesoris,” jelas pemilik Istana Oleh-oleh Endang Jaya, Evan Satria, baru-baru ini.
Istana Oleh-oleh Endang Jaya yang didirikan pada 1983 oleh orang tuanya, Joko Yuwono dan Endang Sri Hartini ini telah memiliki empat cabang yaitu pusat Endang Jaya di Rejowinangun, Cabang Jl. Ikhlas, Cabang Metro Square dan Cabang Blondo. Dua cabang yakni Metro Square dan Blondo ditambah fasilitas rumah makan dengan alasan lahan tersebut luas sehingga bisa digunakan untuk parkir bus besar maupun rombongan.
Karenanya, jika ada wisatawan atau rombongan yang hendak memesan makan bersama bisa dilayani di cabang tersebut. Restoran tersebut melayani makanan khas Indonesia dan menyesuaikan dengan pesanan wisatawan. Khusus di cabang Metro Square juga menyediakan menu empek-empek yaitu makanan khas Palembang. “Untuk makanan di restoran bisa pesan untuk prasmanan dan nasi box rombongan,” kata Evan.
Adapun untuk penjualan aksesoris ditambahkan di semua toko Endang Jaya. Aksesoris ini adalah kerajinan khas Magelang dan sekitarnya. Aksesoris yang dijual beragam variasi dan harganya, seperti gelang dan kalung mulai Rp15.000, tas mulai Rp 30.000, sandal mulai Rp25.000, kaus mulai Rp35.000, dompet mulai Rp15.000 dan topi mulai Rp30.000.
Untuk produk makanan, Istana Oleh-oleh Endang Jaya menyediakan aneka makanan khas Magelang dan daerah sekitarnya. Dari Magelang di antaranya slondok, aneka keripik, kerupuk hingga tape ketan dan wajik khas Muntilan serta Getuk khas Kota Magelang dengan harga terjangkau. Ada pula gudeg dan bakpia khas Jogja, jenang Kudus dan lain-lain.
Sistem penjualannya pun menyesuaikan perkembangan teknologi. Saat ini produk oleh-oleh dari Endang Jaya bisa dibeli melalui online.
“Kami juga mengembangkan pemasaran lewat e-commerce. Bagi customer yang kangen makanan khas atau oleh-oleh tapi tidak bisa ke Magelang, bisa membeli secara online. Toko Oleh-oleh Endang Jaya sudah ada di e-commerce,” kata Evan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPAD DIY mengakuisisi untuk mengelola arsip termasuk arsip pribadi, seniman, budayawan dan arsip-arsip yang menyimpan memori kolektif.
Satpol PP Solo meminta pedagang olahan daging anjing beralih usaha sesuai Perda Tertib Pangan Kota Solo 2025.
Lima WNI dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dilaporkan ditahan Israel di perairan Siprus.
Jemaah haji asal Solo menjalani amputasi jempol kaki di Makkah akibat komplikasi diabetes saat ibadah haji 2026.
Harga minyak mentah Indonesia April 2026 melonjak menjadi 117,31 dolar AS per barel akibat konflik Timur Tengah dan Selat Hormuz.
Dewan Pers mendesak pemerintah Indonesia menempuh jalur diplomatik untuk membebaskan tiga jurnalis yang ditahan Israel.