Ganjar Beberkan Makna Peci dari Megawati
Ganjar Pranowo masih mengenakan peci dari Megawati saat menunaikan ibadah salat Id di Kota Solo. Peci itu menjadi hadiah Ketua Umum PDIP Megawati.
Lokasi pembangunan Waduk Bener di Kabupaten Purworejo./ANTARA
Harianjogja.com, SEMARANG – Warga Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, merasa keberatan dengan ceramah yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Masjid Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) pada Rabu (6/4/2022) lalu.
“Ini bukan pekerjaan Pemerintah Provinsi, ini pekerjaannya PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat), yang membebaskan BPN (Badan Pertanahan Nasional), yang mengamankan polisi, yang mengerjakan di lapangan BBWSSO (Balai Besar Wilayah Sungai Serayu-Opak), sebetulnya saya tidak punya otoritas di sini,” ucap Ganjar dalam ceramahnya.
Warga yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Peduli Alam Desa Wadas (Gempa Dewa) menilai apa yang disampaikan Ganjar tersebut tidaklah tepat. “Ganjar Pranowo yang dalam hal ini bertindak sebagai Gubernur Jawa Tengah merupakan instansi yang menerbitkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) Bendungan Bener dan memasukkan Desa Wadas dalam IPL Bendungan Bener,” tulis perwakilan Gempa Dewa dalam siaran pers yang diterima Bisnis pada Kamis (7/4/2022) malam.
BACA JUGA: Ditanya yang Hilang dari Jalan Mayor Suryotomo, Warganet: Kotoran Burung
Dalam siaran pers tersebut, Ganjar dianggap melakukan pengaburan fakta pada masyarakat luas. Pasalnya, tanpa IPL yang diterbitkan Gubernur Jawa Tengah tersebut, baik PUPR maupun BBWSSO belum bisa memulai proyeknya di Kecamatan Bener.
Gempa Dewa juga menyebut ceramah Ganjar sebagai upaya pencitraan. Dalam siaran pers, Ganjar disebut ingin dilihat sebagai figur yang berani mengambil tanggung jawab atas permasalahan yang ditimbulkan pihak lain. “Padahal jika mau jujur, memang dirinyalah yang harus bertanggung jawab atas penyiksaan, terror, dan kriminalisasi yang dihadapi oleh warga Wadas selama bertahun-tahun,” tulis perwakilan warga.
Sebelumnya, puluhan mahasiswa dari berbagai kampus sempat menyambut kedatangan Ganjar di UGM dengan bentangan spanduk terkait Wadas. Ganjar sendiri tak banyak memberikan respons atas aksi tersebut dan justru menyebut apa yang dilakukan mahasiswa sebagai bentuk dari exercise politik.
Berdasarkan data Kementerian ESDM pada 2020, diperkirakan ada 40 juta meter kubik batu andesit di Desa Wadas. Atas potensi tersebut, Wadas rencananya bakal ditambang untuk mendukung pembangunan Bendungan Bener yang berjarak sekitar 10-12 kilometer. Bendungan Bener sendiri merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang didanai langsung oleh APBN melalui Kementerian PUPR.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Siaran Pers
Ganjar Pranowo masih mengenakan peci dari Megawati saat menunaikan ibadah salat Id di Kota Solo. Peci itu menjadi hadiah Ketua Umum PDIP Megawati.
Shakira memenangkan kasus pajak di Spanyol setelah delapan tahun. Pengadilan memerintahkan pengembalian dana Rp1,1 triliun.
Arema FC memburu kemenangan atas PSIM Jogja pada laga terakhir Super League 2025/2026 demi memperbaiki posisi klasemen.
MotoGP Catalunya 2026 diwarnai penalti tekanan ban yang membuat Joan Mir kehilangan podium dan mengubah klasemen sementara.
Pemkot Jogja mulai menyiapkan guru dan menggandeng kampus menyambut kebijakan Bahasa Inggris wajib di SD mulai 2027.
Xiaomi membatalkan proyek ponsel ultra-tipis Xiaomi 17 Air karena tak ingin mengorbankan performa, baterai, dan kualitas pengguna.