Asian Games 2026: Indonesia Koleksi 13 Medali, Ini Rinciannya
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Picard dan Wright Mons/NASA
Harianjogja.com, JAKARTA – Tak hanya di Bumi, di luar angkasa sana rupanya terdapat pula gunung. Para ilmuwan NASA mengidentifikasi, ada dua gunung di permukaan Pluto yang menjulang hampir 6,5 km ke atmosfer.
Uniknya, para ilmuwan meyakini bahwa bukan lava yang terkandung dalam gunung tersebut. Alih-alih, ia justru memuntahkan es sebagai "pengganti" lelehan batu pijar.
Berkaitan dengan itu, berikut beberapa gunung lain yang tak kalah unik di luar angkasa.
Kedua puncak gunung ini ditemukan oleh para ilmuwan yang menganalisis gambar Pluto, yang diambil dari Pesawat Luar Angkasa New Horizons NASA pada Juli 2015 saat terbang melewati planet kerdil es.
Di puncak masing-masing gunung ini terdapat kawah pusat yang dipercaya ilmuwan NASA sebagai kriovolkano (cryovolcano) atau sering disebut gunung es. Ia adalah jenis gunung berapi yang meletus volatil seperti air, amonia, atau metana ke lingkungan yang ekstrim pada atau di bawah titik beku mereka.
Gunung yang menjulang setinggi 25 km, kira-kira tiga kali tinggi Gunung Everest, ini berada di atas permukaan Mars dan membentang seluas negara bagian Arizona. Olympus Mons adalah gunung terbesar di tata surya yang masih aktif dan dapat meletus kapan saja.
Para ilmuwan percaya bahwa puncak gunung tertinggi di Venus ini diselimuti salju metalik yang terdiri dari timbal dan bismut sulfida. Dihipotesiskan, logam berat diluncurkan ke atmosfer melalui letusan gunung berapi dan kemudian terkondensasi menjadi salju di ketinggian, seperti di Maxwell Montes.
Bulan dua warna Saturnus yang mana berwarna hitam dan putih memiliki sejumlah keunikan tersendiri. Salah satunya ialah adanya rangkaian gunung setinggi sekitar 10 km yang membentang di sepanjang ekuatornya.
Secara informal, rangkaian gunung tersebut dikenal sebagai Pegunungan Voyageur. Beberapa ilmuwan percaya, punggungan khatulistiwa bisa menjadi sisa-sisa bentuk oblate bulan, sedangkan sebagian ilmuan lain meyakini itu adalah hasil dari cincin runtuh yang digunakan untuk mengorbitnya.
Sekitar 3,8 hingga 3,9 miliar tahun lalu, sebuah benda berbatu yang diperkirakan berdiameter setidaknya 100 km menabrak Merkurius dan membentuk salah satu kawah tumbukan terbesar di tata surya, yakni Caloris Basin.
Kekuatan tumbukan tersebut kemudian menciptakan pegunungan setinggi 1-2 km, yakni Caloris Montes yang mengelilingi kawah selebar 1.550 km, dengan barisan pegunungan terbentang sejauh 1.000 kilometer dari dinding kawah dalam lingkaran konsentris.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis Indonesia
Update medali Asian Games 2026, Indonesia telah mengoleksi 13 medali, terdiri dari 1 perak dan 12 perunggu.
Kopdes Merah Putih akan beroperasi setiap hari, tetapi tidak 24 jam. Agrinas menyiapkan sistem shift untuk mendukung operasional koperasi.
Studi Canva menemukan 98% profesional Indonesia menggunakan AI untuk presentasi, dari mencari ide hingga latihan sebelum tampil.
MK mengabulkan sebagian permohonan uji materi soal informasi kandungan gula, garam dan lemak pada kemasan makanan dan minuman.
DPRD Kulonprogo menyoroti rotasi jabatan di Pemkab dan meminta pejabat baru membuktikan kinerja serta meningkatkan pelayanan masyarakat.
Pelindo menargetkan penataan 17 entitas melalui merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi hingga jumlah entitas menjadi 21