Data Modal Asing Tak Lagi Dirilis BI, Ini Alasannya
Bank Indonesia menghentikan rilis mingguan data aliran modal asing dan kini hanya melaporkan kepemilikan SRBI mulai pekan ini.
PT Gojek Indonesia menggandeng PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV) ekosistem motor listrik bertajuk Electrum, Kamis (18/11/2021).
Harianjogja.com, JAKARTA - Perusahaan gabungan antara Gojek dan PT. TBS Energi Utama Tbk. yakni Electrum, resmi bekerja sama dengan PT Pertamina (Persero), Gogoro, dan Gesits untuk mengakselerasi pengembangan ekosistem kendaraan listrik terintegrasi di tanah air.
Kini, keempat pihak tersebut tengah menempuh uji coba komersial terhadap penggunaan motor listrik.
Kevin Aluwi, Direktur Electrum sekaligus CEO dan Co-Founder Gojek, mengatakan bahwa perusahaan telah menjalani proyek percobaan atau pilot selama beberapa bulan belakangan. Pada tahap percobaan tersebut, dia menyebut sudah ada ratusan motor listrik yang sudah digunakan oleh mitra pengemudi atau driver.
Kevin lalu mengklaim bahwa baik mitra driver dan konsumen yang sudah merasakan pengalaman naik motor listrik, merespons positif atas upaya pengembangan kendaraan listrik tersebut.
"Jadi, konsumen sudah ada beberapa yang dijemput dengan motor listrik. Kami mulai bersyukur bahwa responnya positif sekali. Dari sudut pandang driver, [mengaku] mulai dari tarikannya yang mulus dan jangkauan kendaraan yang lumayan jauh karena driver itu sehari bisa [menempuh] ratusan kilometer," jelas Kevin pada acara peresmian kerja sama, dikutip dari siaran virtual, Selasa (22/2/2022).
Kevin juga mengatakan bahwa berdasarkan uji coba komersial tahap satu yang dilakukan, biaya operasional yang dikeluarkan oleh mitra pengemudi atau driver turun cukup rendah saat menggunakan motor listrik.
Dia mengklaim bahwa dampak pengembangan motor listrik bagi mitra pengemudi Gojek sangat menjanjikan.
BACA JUGA: Akses Wisata Borobudur Highland Kulonprogo Mulai Digarap, Tahun Ini Jalan Dilebarkan hingga 7 Meter
"Dari sudut pandang biaya [operasional] ini lebih murah. Mitra driver kami [bilang] biaya operasional turun sekitar 30 persen di mana per bulan bisa lebih murah sekitar Rp500.000 sampai dengan Rp700.000," katanya.
Di sisi konsumen atau penumpang, Kevin mengatakan bahwa masyarakat sudah banyak yang menunggu kehadiran kendaraan listrik. Berdasarkan ulasan atau review dari aplikasi Gojek, jelasnya, para penumpang yang sudah berkesempatan menggunakan motor listrik merespon positif atas inovasi tersebut.
"Setelah mereka mencoba, sepertinya antusiasme untuk membeli motor listrik juga ada karena tarikannya mulus dan tidak ribut dan seterusnya," jelas Kevin.
Pada tahun ini, Kevin mengatakan Electrum bersama ketiga mitranya ini menargetkan penyediaan motor listrik untuk angkutan penumpang bisa mencapai ribuan di seluruh Indonesia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Bank Indonesia menghentikan rilis mingguan data aliran modal asing dan kini hanya melaporkan kepemilikan SRBI mulai pekan ini.
Jadwal SIM keliling Gunungkidul Mei 2026 lengkap dengan SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, dan layanan malam. Cek lokasi dan syarat perpanjangan SIM.
Ratu Oceania Raya menggelar kegiatan Disney Day 2026 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia Indonesia
Jadwal SIM keliling Bantul Mei 2026 lengkap lokasi, jam layanan, syarat perpanjangan SIM A dan C, serta tips hindari antrean.
Rute Trans Jogja 2026 lengkap dengan tarif terbaru dan sistem pembayaran digital. Praktis, murah, dan terhubung ke seluruh Jogja.
Jadwal pemadaman listrik Jogja 16 Mei 2026 di Sleman, Kota Jogja, dan Gunungkidul. Cek lokasi terdampak dan tips antisipasi.