Arah Baru Pembangunan Magelang Mulai Disusun dari Pendopo
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso (kanan) berbicara dalam FGD Menggerakkan Sektor Unggulan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Magelang yang digelar Harian Jogja, Selasa (18/1/2022)./Istimewa
Harianjogja.com, MAGELANG - Pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Magelang mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19. Pemerintah Kabupaten Magelang menggerakkan tiga sektor unggulan untuk percepatan pertumbuhan ekonomi di wilayah ini.
Hal itu terungkap dalam acara Forum Group Discussion bertema Menggerakkan Sektor Unggulan Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Magelang, yang digelar Harian Jogja, Selasa (18/1). Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber yakni Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso; Direktur PT Bank Bapas 69 Kabupaten Magelang, Rohmad Widodo; dan Wakil Ketua Umum I DPD Iwapi Jawa Tengah, Sasmiati Satya W.
Iwan Sutiarso menyebutkan rata-rata pertumbuhan ekonomi Kabupaten Magelang sebesar 5,37% lebih tinggi dibandingkan nasional yang sebesar 5,10% dan Jawa Tengah 5,2%. "Di masa pandemi Covid atau tahun 2020 Kabupaten Magelang minus 1,68 persen, ini lebih baik daripada Jateng yang minus 2,56 persen dan Nasional yang minus 2,07 persen," jelas Iwan.
Pemkab Magelang, katanya, punya harapan pertumbuhan ekonomi di 2021 dan selanjutnya, akan lebih bagus. Ada tiga sektor penggerak ekonomi di Kabupaten Magelang yakni pertanian dalam arti luas, UKM dan pariwisata. Pariwisata paling dulu terdampak, sampai saat ini masih berusaha trus untuk pulih dan recovery.
"Kita beruntung karena sektor unggulan ini. Pariwisata terdampak paling dulu tapi pertanian yang terbesar, masih bisa bertahan untuk terus beraktivitas. Dan sektor UKM mampu beradaptasi, mereka melakukan inovasi dan kolaborasi," katanya.
Rohmad Widodo mengatakan meski pandemi, kinerja Bank Bapas 69 tumbuh. "Kami tidak mengalami kesulitan, tapi pertumbuhan tidak secepat 2019. Di bidang pertanian tidak pengaruh. Di sektor yang kita biayai pariwisata dan UKM, semoga saat sudah mulai tidak ada PPKM akan tumbuh pesat," katanya.
Bank milik Pemerintah Kabupaten Magelang ini pun membantu untuk pemberdayaan promosi UKM lewat website yang memuat informasi tentang pemasaran UKM di seluruh Kabupaten Magelang, dan mempertemukan pembeli dengan penjual.
Adapun sejalan dengan oleh Pemkab Magelang, Bank Bapas 69 juga berhasil meningkatkan setoran ke pendapatan asli daerah (PAD) yakni pada 2019 sebesar Rp14,4 miliar, pada 2020 naik jadi menjadi Rp14,7 miliar dan 2021 akan naik menjadi Rp14,9 miliar.
Adapun Sasmiyati mengatakan di masa pandemi Covid-19 yang banyak pembatasan, pelaku usaha lebih banyak bertahan. Namun, kini mulai terlihat perkembangan dan peningkatan usaha. "Berbagai upaya dilakukan [oleh pelaku usaha]. Itu uniknya dunia usaha. Ibu-ibu bergerak lebih dari yang mereka pikirkan. Jadi kreatif. Teman-teman yang bergerak di wirausaha tidak hanya menunggu tetapi juga bergerak maju, semangat berinovasi meningkatkan usaha," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RKPD Magelang 2027 fokus pada SDM dan ekonomi inklusif dengan target pertumbuhan 5,16 persen dan penurunan kemiskinan
KPK menggeledah Kanwil Pajak Surakarta dan sejumlah lokasi di empat daerah terkait kasus pajak Banjarmasin. Emas 1,3 kg turut disita.
Gelombang tinggi kembali menyumbat aliran air di Sanden dan Kretek, Bantul. Sekitar 55 hektare lahan pertanian kembali tergenang.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan pemilik 98 kg sabu di Kampung Bahari. Sejumlah aset dan barang bukti turut disita.
AIcosystem Buka Cara Baru dalam Mengelola Pengalaman Pelanggan hingga Pengembangan Asisten Virtual
Wacana pembatasan BBM subsidi menyasar desil 9-10. Simak cara cek desil DTSEN melalui situs Cek Bansos Kemensos dengan NIK.