Pramusim, AC Milan Bangkit dan Tekuk Manchester United 4-2
AC Milan menang 4-2 atas Manchester United pada laga pramusim 2026/27 setelah sempat dua kali tertinggal di Wroclaw Stadium.
Seorang tenaga kesehatan mengambil swab dari seorang penumpang untuk tes PCR Covid-19 sebelum bepergian ke Uganda, di tengah penyebaran Virus Corona varian baru, Omicron, di Bandara Internasional O.R. Tambo di Johannesburg, Afrika Selatan, Minggu (28/11/2021)./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA - Para ilmuwan Afrika Selatan (Afsel) mengatakan belum ada tanda Virus Corona varian Omicron menyebabkan Covid-19 yang lebih parah.
Meskipun para ilmuwan mengatakan lebih banyak waktu diperlukan untuk sampai pada kesimpulan yang pasti, Menteri Kesehatan Afsel Joe Phaahla mengatakan belum ada tanda-tanda keparahan Covid-19 akibat varian Omicron.
"Data awal memang menunjukkan bahwa sementara ada peningkatan tingkat rawat inap ... sepertinya itu murni karena angka kasus daripada sebagai akibat dari keparahan varian Omicron ini," kata dia pada Jumat (10/12/2021).
Afsel memperingatkan dunia tentang Omicron akhir bulan lalu, yang memicu alarm bahwa varian yang sangat bermutasi dapat memicu lonjakan baru dalam infeksi global.
Data rumah sakit menunjukkan bahwa penerimaan pasien Covid-19 sekarang meningkat tajam di lebih dari setengah dari sembilan provinsi di negara itu, tetapi kematian tidak meningkat secara dramatis dan indikator seperti rata-rata lama rawat inap di rumah sakit cukup aman.
Dalam beberapa hari terakhir, wabah nasional yang terkait dengan varian Omicron telah menginfeksi sekitar 20.000 orang per hari, dengan 19.018 kasus Covid-19 baru dilaporkan pada Kamis (9/12/2021), berdasarkan data dari Institut Penyakit Menular Nasional Afsel.
Data tersebut mencatat hanya hanya 20 kematian baru.
Sebelumnya, Afsel mencatat rekor puncak lebih dari 26.000 kasus harian selama gelombang ketiga Virus Corona yang dipicu oleh varian Delta.
Afsel telah sepenuhnya memvaksinasi sekitar 38 persen orang dewasa, atau lebih banyak daripada di banyak negara Afrika lainnya, tetapi jauh dari target akhir tahun pemerintah.
Baru-baru ini, Afsel menunda beberapa pengiriman vaksin karena kelebihan pasokan akibat laju vaksinasi yang melambat.
Wakil Direktur Jenderal Departemen Kesehatan Afsel, Nicholas Crisp, mengatakan bahwa suntikan penguat (booster) vaksin Pfizer-BioNTech akan tersedia untuk orang-orang, enam bulan setelah mereka menerima dosis kedua.
Booster Johnson & Johnson, yang sudah tersedia untuk petugas kesehatan dalam studi penelitian, akan segera diluncurkan bagi kelompok masyarakat lainnya.
Crisp membantah bahwa menawarkan booster adalah cara untuk menghabiskan stok vaksin.
"Kami tidak perlu mengonsumsi vaksin. Itu mahal dan kami hanya akan menggunakan vaksin jika ada alasan untuk melakukannya," ujar dia.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan agar booster diberikan kepada orang-orang yang kekebalannya terganggu atau telah menerima vaksin Covid-19 yang tidak aktif untuk melindungi dari penurnan kekebalan.
Namun, WHO menegaskan bahwa pemberian dosis utama harus menjadi prioritas mengingat tingkat vaksinasi masih sangat rendah di banyak negara berkembang.
Sebuah studi kecil dari lembaga penelitian Afrika Selatan minggu ini menunjukkan bahwa Omicron sebagian dapat menghindari perlindungan dari dua dosis vaksin Pfizer, tetapi perusahaan dan mitranya, BioNTech, mengatakan bahwa tiga dosis suntikan vaksin tersebut dapat menetralkan infeksi Omicron.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
AC Milan menang 4-2 atas Manchester United pada laga pramusim 2026/27 setelah sempat dua kali tertinggal di Wroclaw Stadium.
Pasar Ngasem semarak HUT ke-81 RI dengan ikat kepala Merah Putih, permainan kemerdekaan, serta jenang dan wingko gratis.
Merti Keistimewaan DIY digelar sebulan dengan 298 kegiatan untuk memperingati 14 tahun UUK DIY dan memperkuat partisipasi masyarakat.
Bendera Merah Putih utuh sepanjang 481 meter dikirab dari Tugu Pal Putih menuju Titik Nol Kilometer Jogja dalam HUT ke-81 RI.
Iran dan Oman menyepakati peta rute pelayaran Selat Hormuz setelah perundingan teknis selama tiga bulan, tetapi jalur belum sepenuhnya normal.
Pemerintah menyiapkan dokter terbang dan mobile dentist untuk memperluas layanan kesehatan, termasuk menjangkau daerah terpencil.