Penanganan Covid-19 Indonesia Disebut Buruk, IDI Pertanyakan Riset Bloomberg

Indra Gunawan
Indra Gunawan Jum'at, 10 Desember 2021 09:47 WIB
Penanganan Covid-19 Indonesia Disebut Buruk, IDI Pertanyakan Riset Bloomberg

Zubairi Djoerban/Antara

Harianjogja.com, JAKARTA-Ketua Satgas Covid Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban menyoroti riset Bloomberg yang menyebut penanganan pandemi Covid-19 Indonesia buruk.

Zubairi mempertanyakan perusahaan jaringan berita asal AS itu yang selalu menempatkan Indonesia pada posisi buncit dalam urusan penanganan Covid-19.

Mengapa Bloomberg bersikeras membingkai Indonesia selalu terbelakang,” ujar Zubairi menyadur judul berita dari beberapa survei Blommberg, dikutip akun Twitternya @profesorZubairi, Kamis (9/12/2021).

Februari 2021 mereka bilang Indonesia butuh 10 tahun atasi pandemi. Agustus lalu, ketahanan Covid-19 kita dianggap terburuk. Saat ini, kita ditempatkan kedua terbawah. Lebih buruk dari Malaysia. Sentimen?” tanya Zubairi.

Sebelumnya, hasil riset Bloomberg pada November 2021 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan ketahanan terhadap covid yang buruk, termasuk saat menghadapi varian omicron dan munculnya musim dingin.

Dalam peringkat tersebut, Indonesia berada pada urutan ke 52 dari daftar total 53 negara. Di riset tersebut, setelah Indonesia, ada Filipina yang berada di urutan buncit.

Asia Tenggara terus menempati peringkat terbawah, dengan Filipina yang tersisa di tempat terakhir, diikuti oleh Indonesia, Vietnam dan Malaysia.

Dua tempat terendah di Peringkat telah memberikan kurang dari 100 suntikan Covid per 100 orang, penghalang utama untuk meningkatkan skor mereka.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online