Kapal Migran Dikabarkan Terbalik di Lepas Pantai Suriah, 61 Orang Tewas
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur yang mengalami erupsi disertai memuntahkan awan panas guguran, pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB./Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Meletusnya Gunung Semeru yang memaksa ribuan penduduk mengungsi mendapat porsi pemberitaan yang luas dari media internasional.
Aljazeera.com, misalnya, dalam laporan utama edisi kemarin memberitakan sedikitnya satu orang tewas dan puluhan menderita luka bakar parah setelah gunung berapi di provinsi Jawa Timur Indonesia itu meletus kemarin. Berita yang sama juga diulas oleh media AS seperti CNN.com dengan judul yang hampir sama “Ribuan orang mengungsi akibat Gunung Semeru meletus”.
Video yang dibagikan pada Sabtu oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menunjukkan warga berlarian panik ketika asap dan abu yang menjulang menyelimuti beberapa desa terdekat di kabupaten Lumajang mendapat sorotan media seperti TheGurdian.com hingga BBC.com dan media asing lainnya seperti New York Times.
Dua orang lainnya dilaporkan hilang dan delapan orang terjebak di puing-puing, kata pihak berwenang sebagaimana dikutip Aljazeera.com, Minggu (5/12/2021).
Media tersebut mengutip pernyataan Kepala Badang Geologi Eko Budi Lelono yang mengatakan adanya petir dan hujan berhari-hari, yang mengikis dan akhirnya meruntuhkan kubah lava di atas Semeru setinggi 3.676 meter (12.060 kaki) sebagai pemicu letusan.
Dia mengatakan aliran gas dan lava yang membakar mengalir hingga 800 meter (2.624 kaki) ke sungai terdekat setidaknya dua kali kemarin. Orang-orang disarankan untuk tinggal 5 kilometer (3,1 mil) dari mulut kawah, menurut badan tersebut.
Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Sultan Najamudin meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial dan segenap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk siaga penuh melakukan evakuasi dan menyiapkan segala kebutuhan pangan dan sandang warga di sekitar kawasan Gunung Semeru.
“Kami harap pemerintah daerah dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), setempat siaga penuh untuk memastikan semua masyarakat terdampak segera mendapatkan fasilitas kamp pengungsian dan kebutuhan pangan serta sandangnya”, kata Sultan melalui keterangan tertulisnya kepada wartawan, Minggu (5/12/2021).
Meskipun jarang menimbulkan korban jiwa yang signifikan, menurutnya, bencana erupsi gunung merapi seringkali menyebabkan kerugian materi masyarakat dan dampak psikologis yang traumatik. Karena itu distribusi bantuan bahan makanan dan pakaian adalah hal yang harus diprioritaskan.
“Tercukupinya pangan dan sarana sanitasi di camp pengungsian sangat penting bagi kesehatan dan imunitas para korban. Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang mulai menunjukkan tanda-tanda peningkatan”, ujarnya.
Dalam konteks ini, tambahnya, semua kementerian terkait dan pemerintah daerah harus berkolaborasi menangani para korban.
Mulai dari kebutuhan masker dan suplai pangan yang cukup dan seimbang. Pastikan semua pengungsi aman dari paparan Covid, ujarnya.
Sebagaimana diberitakan Gunung Semeru yang berada di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami erupsi disertai awan panas guguran dan hujan abu vulkanik cukup tebal pada Sabtu sore (4/12/2021)
Ratusan warga di Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, dilaporkan mulai mengungsi akibat peristiwa tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Kapal terbalik di lepas pantai Suriah menewaskan sedikitnya 61 orang yang merupakan migran dan pengungsi.
BNPB melaporkan banjir melanda Sulawesi Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat akibat hujan deras, ribuan rumah terendam.
KPK mendalami dugaan aliran uang kepada Bupati Tulungagung nonaktif Gatut Sunu Wibowo lewat pemeriksaan sembilan saksi.
Anwar Ibrahim mendesak Israel segera membebaskan aktivis Global Sumud Flotilla yang ditahan saat membawa bantuan kemanusiaan ke Gaza.
Polresta Sleman kembali membuka peluang restorative justice dalam kasus Shinta Komala terkait dugaan penggelapan iPhone 14.
Kasus kekerasan seksual santri di Lombok Tengah mengungkap penggunaan aplikasi khusus gay oleh tersangka berinisial YMA.