Bupati Award 2026: Pasutri Asal Candimulyo Borong Dua Penghargaan
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
Kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan untuk UMK Pangan Siap Saji di Kawasan Wisata Borobudur, Kamis (11/11/2021). /Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, MAGELANG- Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (Balai Besar POM) di Semarang telah melakukan pengecekan terhadap 32 kuliner di kawasan Candi Borobudur. Kemanan pangan di kawasan wisata ini menjadi salah satu fokus sebab bisa berpengaruh pada kesehatan manusia.
Kepala Balai Besar POM di Semarang, Sandra M.P Linthin menyebutkan pihaknya sudah melakukan skrining terhadap 32 kuliner di kawasan Borobudur. "Hasilnya tidak ditemukan mengandung bahan berbahaya. Memang masih ada yang perlu dicek terkait higienitas dan sanitasinya," katanya, dalam kegiatan Penyuluhan Keamanan Pangan untuk UMK Pangan Siap Saji di Kawasan Wisata Borobudur, Kamis (11/11/2021).
Menurutnya, permasalahan pada keamanan pangan ini bisa terjadi karena tercemar bahan pangan berbahaya, kimia dan mikroba. Karenanya, skrining akan dilakukan dua kali untuk mengakomodasi tidak hanya kuliner tetapi juga pelaku usaha yang memproduksi makanan. Menurutnya, penting untuk tetap menjaga keamanan pangan kuliner dan usaha yang bergerak terkait makanan.
Baca juga: Ada Awan Cumulonimbus di Atas Bandara YIA, Maskapai Diminta Berhati-hati
Pelaku usaha makanan, lanjutnya, harus dikawal untuk bisa mendapat izin edar. Makanan yang dijual dengan masa simpan lebih dari tujuh hari harus punya izin edar. Usaha dengan risiko rendah seperti home industri skala kecil bisa mengurusnya di Dinas Kesehatan. Adapun usaha skala besar dengan risiko tinggi maka pengurusan di Balai Besar POM.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Magelang, Adi Waryanto mengatakan keamanan pangan diperlukan untuk mencegah pangan dari cemaran biologis, kimia dan lainnya, yang dapat mengganggu kesehatan dan merugikan manusia. Keamanan pangan juga menyangkut pemberdayaan dan kualitas masyarakat serta agama sehingga harus aman dikonsumsi.
Baca juga: Hujan Guyur DIY Lebih dari 24 Jam, Ini Daftar Bencana yang Ditimbulkan
"Makanan memerlukan proses produksi bahan baku, pengolahan dan distribusi, di mana setiap tahapan berpengaruh pada hasil makanan. Maka yang berbahaya akan berpengaruh buruk pada konsumen. Pengawasan makanan perlu dilakukan agar wisatawan bisa terhindar dari kejadian luar biasa, keracunan pangan," katanya.
General Manager Borobudur dan Manohara, Aryono Hendro Malyanto mengakui pihaknya memiliki kewajiban melayani pengunjung, termasuk memperhatikan keamanan pangan dan kenyamanan, serta giatnya wisata kuliner di Borobudur.
"Perkembangan Covid-19 masih dirasakan di level tiga, tapi saat ini wisata mulai menggeliat. Ini waktu yang baik untuk persiapkan sehingga sudah siap bila nanti giat wisata di Borobudur meningkat. Kami berusaha agar apa yang mereka rasakan, kuliner apa, sangat aman dan layak untuk dikonsumsi," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pasutri asal Candimulyo meraih dua penghargaan pada Bupati Award 2026 Kabupaten Magelang berkat inovasi gula semut dan pertanian modern.
Polda Jateng melacak 88 anak dengan kelainan kaki bawaan CTEV untuk memastikan mendapat penanganan medis sesuai kebutuhannya.
Mengenal PM10 dan PM2.5 dalam abu vulkanik serta dampaknya bagi kesehatan pernapasan dan cara mengurangi risiko paparannya.
New York melarang AI generatif bagi siswa kelas 2-K hingga kelas 8. Ini dampak penggunaan AI terhadap kognitif dan sosial anak.
Pertamina Patra Niaga meminta masyarakat mengawasi penyaluran Pertalite dan biosolar di tengah gangguan distribusi BBM akibat sungai surut.
Arya Saloka mengungkap pengalaman menjadi cowboy dan belajar berkuda di film Empat Musim Pertiwi yang tayang 8 Oktober 2026.