Pancuran 13 Guci Tegal Kembali Ramai Seusai Banjir
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Muandim memberikan pendapingan pada perangkat desa untuk pengoperasian Buku C Digital./Ist
Harianjogja.com, MAGELANG- Berawal dari membantu tugas ayahnya yang merupakan seorang Sekretaris Desa (Sekdes), Muandim berhasil menciptakan aplikasi yang memudahkan Pemerintah Desa dalam mengarsipkan Buku C pertanahan. Inovasi ini pun memenangkan juara pertama Lomba Kreasi Inovasi (Krenova) Kabupaten Magelang.
Buku C merupakan buku register pertanahan atas kepemilikan tanah di wilayah pedesaan atau kampung secara turun temurun. Buku C mulai ada sejak 1950-an yang menjadi awal pencatatan pajak. Dalam perkembangannya saat ini menjadi dasar jika ada sengketa atau hibah tanah.
"Pencarian data tanah di Buku C butuh waktu berminggu-minggu. Nah, berawal permintaan ayah saya yang saat itu menjadi Sekdes, maka saya membuat aplikasi digital Buku C," jelas Muandim, Rabu (3/11/2021).
Pada awal 2019, Muandim yang merupakan warga Jl. Bogenvil 156, Pondok Asri 2, Payaman, Secang, Kabupaten Magelang ini mulai merancang generasi pertama aplikasi ini. Ia melakukan restorasi alih media Buku C dari bentuk kertas menjadi digital, dengan cara scan Buku C kemudian diinput ke aplikasi.
Aplikasi ini akan memudahkan saat masyarakat membutuhkan Buku C tanahnya. Bahkan aplikasi ini bisa digunakan untuk formulir surat tanah ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) saat jual beli tanah atau hibah.
Baca juga: JELAJAH MAGELANG: Pengajuan Tera Ulang Bisa Melalui Aplikasi Simetro
Saat ini, hampir 200 desa yang menggunakannya Buku C Digital ini dan diikuti sejumlah daerah seperti Temanggung, Wonosobo dan Kuningan (Jawa Barat). Ke depan, Muandim akan mengembangkan aplikasi ini agar bisa menyambung dengan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Jika pemerintah desa membutuhkan aplikasi Buku C Digital ini, mereka hanya perlu menyediakan Buku C. Muandim dan timnya akan mewawancarai pinisepuh desa yang dianggap paham tentang Buku C. Biaya pembuatan aplikasi ini bervariasi mulai Rp8,5 juta hingga Rp20 juta tergantung luas lahan desa.
"Nantinya kami akan melatih perangkat desa yang ditunjuk dan akan kami dampingi untuk mengoperasikan Buku C Digital ini. Jadi nantinya petugas itu bisa mengubah isi aplikasi sesuai perkembangan kepemilikan lahan," jelasnya.
Digitalisasi Buku C hasil inovasi Muandim menjadi hadiah juara pertama Krenova Kabupaten Magelang Tahun 2021. Hadiah diberikan Sekretaris Daerah Kabupaten Magelang, Adi Waryanto di Ruang Command Center, Setda Kabupaten Magelang, Senin (18/10/2021). (ADV)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pancuran 13 Guci mulai bangkit seusai banjir 2026 Wisatawan kembali berdatangan dan Pemkab Tegal fokus menata ulang destinasi air panas tersebut
Pemuda 20 tahun ditangkap di Palagan Sleman setelah kedapatan membawa celurit saat dini hari dalam kondisi diduga mabuk.
Pemkot dan DPRD Kota Jogja mengalihkan kunjungan kerja ke kampung wisata untuk mendongkrak UMKM dan promosi pariwisata.
Samsung luncurkan HP refurbished Certified Re-Newed di India, Galaxy S25 Ultra bisa lebih murah hingga selisih jutaan rupiah.
Warga Sitimulyo Bantul datangi rumah lurah usai ucapan dinilai menyinggung dukuh saat kerja bakti pohon jati.
Muhammad Yusuf tersingkir di kualifikasi Malaysia Masters 2026 setelah kalah tipis 19-21 dari wakil Tiongkok dalam laga 72 menit.