UU Terorisme Masih Dominan Pidana, Deradikalisasi 7 Persen
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
Pandemi Covid-19 turut meningkatkan tren permintaan produk sepatu. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Kondisi pandemi Covid-19 yang membuat masyarakat gemar berolahraga ternyata berdampak pada peningkatan permintaan produk sepatu di Indonesia. Bahkan Asosiasi Persepatuan Indonesia (Aprisindo) mencatat, pada 2020 permintaan ekspor di sektor industri sepatu di Indonesia tumbuh hingga 8,97%.
Salah satu pemilik merek sepatu buatan lokal Co.Fit Hermawan Sulistyo menyatakan adanya tren menarik di tengah pandemi Covid-19 yang telah berlangsung lebih dari setahun yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat di perkotaan khususnya untuk berolahraga. Sejumlah olahraga yang populer saat pandemi, mulai dari cycling, running hingga personal work-out selama pandemi.
“Berdasarkan data riset Institute for Transportation and Development Policy, jumlah pesepeda meningkat hingga 1000 persen di Jakarta selama pandemi. Ini diimbangi dengan kebutuhan untuk tampil fashionable dan menunjang penampilan mereka saat berolahraga demi eksistensi di medsos, salah satunya meningkatkan kebutuhan sepatu,” katanya, Sabtu (23/10/2021).
Aprisindo mencatat, pada 2020 yang lalu industri sepatu di Indonesia berhasil mengalami pertumbuhan hingga 8,97% untuk permintaan ekspor. Ssalah satu penyebabnya adalah perkembangan tren olahraga selama pandemi di seluruh dunia.
Ia menilai pandemi Covid-19 membuat gaya hidup masyarakat urban menjadi gemar berolahraga. Di sisi lain tren sepatu saat ini, lebih kepada model sepatu yang ringan serta mudah dikombinasikan dengan berbagai outfit tanpa meninggalkan fashion value. Produknya pun seringkali menyasar dan nyaman untuk mereka yang enerjik namun sederhana dengan banyak aktivitas tapi tanpa harus berganti sepatu.
“Bagaimana menghadirkan sepatu bisa digunakan dalam berbagai aktivitas dengan harga yang sangat terjangkau serta model, kualitas yang tidak kalah dengan produk impor," katanya.
Riset cukup panjang pernah dilakukannya agar kualitas merek lokal tidak kalah dengan produk luar. Hal ini sekaligus untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa buatan lokal juga mampu bersaing dengan produk asing.
Kelahiran produk lokal tersebut tidak dapat dipisahkan dari situasi pandemi CoVid-19 yang serba memprihatinkan. Hermawan Sulistyo mengajak masyarakat untuk pantang menyerah menghadapi kondisi yang sulit ini dengan terus berpikir positif & kreatif. Ia pun berhasil membuat empat artikel sepatu yaitu Vincenzo, Lunar, Racer dan Cassano, serta 1 artikel slippers (sandal) yang masing-masing mempunyai dua hingga tiga pilihan warna. Semua tipe ini berkonsep unisex alias bisa digunakan untuk pria maupun wanita dengan harga terjangkau.
“Kita tidak boleh hanya memikirkan bisnis atau untung rugi saja, tapi juga harus mempunyai simpati dan empati terhadap dunia usaha, khususnya nasib para pekerja. Sederhananya, selama para buruh dapat bekerja maka mereka dapat menghidupi keluarganya, tapi jika tidak, maka siapa yang akan peduli,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
UU Terorisme masih didominasi pidana dan pemenjaraan 77 persen. Pakar UMY mendorong penguatan deradikalisasi dan reintegrasi sosial.
DPRD Bantul meminta usaha budi daya perikanan memperhatikan pengelolaan limbah agar tidak berdampak pada lingkungan dan warga.
PPh marketplace dimajukan menjadi 1 Oktober 2026. DJP menyebut keputusan itu diambil karena kesiapan teknis empat platform.
Sebanyak 52,41% pekerja DIY masih berada di sektor informal. Buruh menilai kondisi ini menunjukkan warga menciptakan lapangan kerja sendiri.
Kejagung menetapkan 3 tersangka baru korupsi pengadaan motor MBG dengan nilai anggaran Rp1,2 triliun.
JJLS Kelok 23 Kretek-Girijati ditargetkan dibuka penuh Agustus 2027 setelah evaluasi uji coba dan penambahan fasilitas keselamatan.