Skema Droping Air di Gunungkidul Berubah, Kapanewon Jadi Prioritas
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Foto ilustrasi. /ANTARA FOTO-Jojon
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL– Peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) rekrutmen Aparatur Sipil Negara (ASN) harus merogoh kocek sendiri untuk mendapatkan surat bebas Covid-19 melalui tes Swab Antigen atau PCR. Komisi A DPRD Gunungkidul mendorong agar pemkab bisa memberikan fasilitas sehingga dapat memperlancar dalam pelaksanaan seleksi.
Ketua Komisi A DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S mengatakan, di dalam pelaksanaan seleksi ASN ada ketentuan surat bebas corona yang dibuktikan dengan hasil tes antigen atau PCR negatif. Surat ini wajib dibawa pada saat ujian akan dilangsungkan pada 19 September untuk CPNS dan Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (CP3K) pada 11 Oktober mendatang.
“Surat bebas corona ini harus dicari sendiri oleh masing-masing peserta. Ini berarti, tiap peserta harus merogoh uang sendiri untuk swab antigen atau PCR,” kata Ery, Selasa (14/9/2021).
Dia pun mendorong kepada pemkab memberikan fasilitas tes secara gratis kepada peserta SKD, khususnya yang berasal dari Gunungkidul. Untuk anggaran seharusnya tidak ada masalah karena ada dana penanggulangan Covid-19. Selain itu, ada beberapa daerah yang memberikan pelayanan tes secara gratis. “Daerah lain bisa menyelenggarakan, kenapa Gunungkidul tidak?” ungkapnya.
Menurut Ery, pemberian layanan tes gratis memiliki banyak manfaat. Selain untuk meringankan bebas peserta SKD, juga untuk skrining penularan virus corona di masyarakat. “Dari tes ini akan diketahui peserta terpapar atau tidak sehingga fasilitasi itu juga untuk upaya pencegahan penularan,” katanya.
Baca juga: Aturan Anyar Diresmikan! PNS Bolos Kerja 10 Hari Akan Dipecat, Ini Rinciannya
Kepala Bidang Formasi dan Data Pegawai, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Gunungkidul, Reni Linawati mengatakan, untuk surat bebas corona yang dibuktikan dengan hasil tes negatif antigen maupun PCR harus dilakukan secara mandiri oleh para peserta.
Untuk antigen, peserta diwajibkan tes satu hari sebelum pelaksanaan SKD. Sedangkan untuk PCR dilaksanakan dua hari sebelum pelaksanaan ujian. “Surat bebas corona ini wajib dan tidak bisa diganti, meski peserta telah memiliki bukti kartu vaksin,” katanya.
Disinggung mengenai peserta yang saat tes corona menunjukan hasil positif, Reni memastikan tidak ada masalah karena tidak kehilangan haknya untuk mengikuti SKD. Pada saat hasil keluar, lanjut dia, peserta yang dinyatakan positif diwajibkan lapor di link yang sudah disediakan.
“Hasil tesnya juga wajib dilaporkan sebagai bukti. Nantinya, laporan tersebut dijadikan dasar untuk penjadwalan ulang SKD,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul mengubah skema droping air bersih dengan memprioritaskan anggaran kapanewon menghadapi kemarau panjang 2026.
Global Sumud Flotilla menyebut seluruh kapal bantuan kemanusiaan menuju Gaza dicegat pasukan Zionis Israel di perairan internasional.
Jadwal SIM Kulonprogo Mei 2026, tersedia layanan di Mal Pelayanan Publik Kulonprogo.
Jadwal pemadaman listrik DIY hari ini Rabu 20 Mei 2026 terjadi di Sleman dan Bantul. Simak wilayah terdampak dan jam pemeliharaan PLN.
Jadwal DAMRI YIA ke Jogja hari ini, tarif Rp80.000, rute lengkap menuju Sleman dan pusat kota.
Program Mas Jos di Tegalpanggung Jogja berhasil menekan volume sampah. Sistem transporter dan bank sampah kini berjalan lebih tertata.