Polresta Cilacap Ungkap Dugaan Pencabulan Anak Selama 11 Tahun
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Warga mengenakan masker di stasiun kereta di Beijing, China, Jumat (24/1/2020). - Yomiuri Shimbun via Reuters
Harianjogja.com, JAKARTA - Di tengah kekhawatiran bahwa kesejahteraan dan pengaruh globalnya dapat dirusak oleh populasi yang menua, China memutuskan akan mengizinkan pasangan untuk memiliki tiga anak.
Partai komunis yang berkuasa telah mendiktekan berapa banyak anak yang dapat dimiliki orang tua di negara itu selama bertahun-tahun. Bahkan China memiliki kebijakan satu anak selama beberapa dekade.
Tetapi ada kekhawatiran bahwa tingkat kelahiran yang menurun akan menandai krisis demografis di negara itu – memicu perubahan terbaru pada kebijakan tersebut.
Baca juga: Indonesia Diminta Belajar dari AS & Waspadai Ledakan Covid-19 Secara Mendadak
Aturan tersebut dilonggarkan pada tahun 2015 untuk mengizinkan dua anak, dengan para pejabat mengakui konsekuensi yang menjulang dari tingkat kelahiran yang menurun dengan cepat – dengan kekhawatiran bahwa China akan menjadi tua sebelum menjadi kaya.
Sejak 1980-an, negara adidaya di Asia telah membatasi secara ketat sebagian besar pasangan hanya untuk satu anak, sebuah kebijakan yang diberlakukan dengan ancaman denda atau kehilangan pekerjaan.
Itu menyebabkan sejumlah masalah lain, termasuk aborsi paksa, sementara preferensi untuk anak laki-laki menyebabkan orang tua membunuh bayi perempuan, yang menyebabkan ketidakseimbangan besar dalam rasio jenis kelamin.
China menggembar-gemborkan kebijakan tersebut sebagai keberhasilan untuk mencegah 400 juta kelahiran tambahan di negara berpenduduk terpadat di dunia, yang dikatakan menghemat sumber daya dan membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Anjlok, Awalnya Rp120.000 per Kg, Cabai Rawit Kini Dijual Rp12.000 di Gunungkidul
Namun tingkat kelahiran sudah turun sebelum kebijakan itu masuk, sejajar dengan tren di Korea Selatan, Thailand, dan negara-negara Asia lainnya.
Rata-rata jumlah anak yang lahir dari setiap wanita turun dari di atas enam pada 1960-an menjadi di bawah tiga pada 1980, menurut Bank Dunia.
Dalam dekade terakhir, jumlah orang usia kerja di China telah turun, sementara populasinya hampir tidak tumbuh.
Tahun lalu sensus resmi mencatat populasi 1,411 miliar – naik 72 juta pada 2010, ketika yang terakhir diambil.
Statistik lain menunjukkan 12 juta bayi lahir tahun lalu – turun 18% dari 14,6 juta yang lahir pada 2019.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Suara.com
Polresta Cilacap mengungkap dugaan pencabulan dan persetubuhan terhadap anak dengan 24 korban selama 11 tahun. Polisi membuka posko pengaduan.
Gempa 7 magnitudo mengguncang NTT pada Sabtu pagi. Getaran terasa hingga Lombok dan BMKG menerbitkan peringatan dini tsunami.
Kemenkes mencatat 15,6 juta kasus ISPA hingga Agustus 2026. Kemarau, polusi, dan kualitas udara turut menjadi perhatian.
Website Genhi hadir untuk mengintegrasikan 10 bank sampah di Purwokinanti sekaligus memudahkan komunikasi dan pendaftaran nasabah.
Prakiraan cuaca DIY Sabtu 15 Agustus 2026 didominasi cerah. Suhu mencapai 31°C, masyarakat diminta waspada cuaca terik.
Jadwal perpanjang SIM Gunungkidul Agustus 2026 tersedia lewat SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, SIM Keliling, dan layanan malam.