Sekolah Rakyat di Tengah Tren Penurunan Jumlah Anak, Ini Kata Pakar
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
Deklarasi Sahabat Ganjar di Kota Jogja, Minggu (22/8/2021). /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA--Gaya komunikasi Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang fast respons rupaya menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk menentukan calon pemimpin ke depan. Komunitas dari berbagai elemen masyarakat di 34 provinsi termasuk di Jogja melakukan deklarasi Sahabat Ganjar pada Minggu (22/8/2021).
Komunitas ini mendukung Ganjar Pranowo untuk maju sebagai Calon Presiden pada Pemilu 2024 mendatang. Elemen ini berasal dari komunitas medsos, mahasiswa hingga karyawan serta lainnya. Salah satu alasan mereka mendukung Ganjar karena dinilai memberikan respons cepat lewat medsos terhadap berbagai persoalan saat menjabat sebagai Gubernur Jateng.
BACA JUGA : Ditanya Kenapa Tak Ikut Pasang Baliho, Ini Jawaban Ganjar
“Kami melihat Pak Ganjar kalau di twitter, dia aktif, keluhan apa saja langsung cepat ditanggapi, reponsif, dari hal seperti itu, suka turun ke lapangan. Akhirnya kami sepakat, bahwa Pak Ganjar ini layak untuk jadi pemimpin. Kami enggak tahu, beliau mau atau tidak, kami akan nembung [minta] beliau. Kami ini komunitas, bukan partai politik,” kata Komunitas Sahabat Ganjar Yogyakarta Jonatan Erwan Catur, Minggu (22/8/2021).
Ketua Umum Sahabat Ganjar Lenny Handayani dalam rilisnya menyatakan komunitas 50 kota pada 34 provinsi itu hadir dengan semangat gotong royong agar Indonesia kuat menghadapi berbagai persoalan bangsa. Deklarasi serentak itu sekaligus untuk melakukan konsolidasi agar bisa bersinergi untuk mengusung Ganjar Pranowo maju pilpres 2024 mendatang.
BACA JUGA : Sekelompok Anak Milenial di Jogja Deklarasikan Sahabat
“Sebagai sosok yang dekat dengan berbagai elemen masyarakat termasuk anak muda, Ganjar merupakan pemimpin yang ramah, merakyat, dinamis, dan mengedepankan dialog. Deklarasi berdirinya Sahabat Ganjar sendiri telah dilaksanakan di Yogyakarta pada 20 Juni 2021. Kemudian diperluas hingga 34 provinsi di 50 kota di Indonesia,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sekolah Rakyat dinilai tetap dibutuhkan meski jumlah anak menyusut. Pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan pendidikan dengan perubahan demografi.
PLN UID Yogyakarta menargetkan penambahan 26 SPKLU di DIY hingga akhir 2026. Saat ini sudah ada 33 unit yang terbangun.
Kubu Febrie Adriansyah buka suara soal kematian Sutrimo. Keluarga menyebut almarhum telah lama mengidap diabetes.
Lakon Tatu membawa kisah cinta, kesetiaan, dan luka pasca-Perjanjian Giyanti hingga mengantar Sleman meraih Penyaji Terbaik I.
Sensus Ekonomi 2026 BPS DIY dapat membantu pelaku usaha membaca potensi ekonomi, peluang pasar, dan investasi di berbagai wilayah.
OJK mengkaji dampak penutupan 833 dapur SPPG terhadap kredit perbankan, termasuk jumlah SPPG yang mendapat pembiayaan bank.