Makna Isra Miraj dan Amalan untuk Menjaga Keteguhan Iman
Amalan Isra Miraj seperti istighfar, puasa Rajab, doa, zikir, dan salat sunah membantu menguatkan iman serta meraih keberkahan.
Ilustrasi./Freepik
Harianjogja.com, JAKARTA - Sebelum Covid-19, umat manusia telah diserang beberapa zoonosis.
Zoonosis adalah penyakit menular yang melompat dari hewan ke manusia. Ketika zoonosis muncul, di situ pula vaksin mulai dikembangkan untuk mencegahnya.
Jadi, vaksin mana yang pertama kali disiapkan manusia di laboratorium?
Berdasarkan sejarah, vaksin pertama yang dikembangkan adalah vaksin rabies. Kala itu, Luis Pasteur memberikan vaksin anti-rabies kepada Joseph Meister yang berusia 9 tahun, dan sukses menyelamatkan nyawanya pada 6 Juli 1885.
Selanjutnya, kesuksesan itu diperingati sebagai Hari Zoonosis Sedunia di seluruh dunia.
Itu adalah hari di mana dunia menyaksikan vaksin pertama yang dibuat di laboratorium untuk melawan penyakit zoonosis yang diinokulasi.
Uniknya, penemuan ini juga dilakukan secara tidak sengaja.
Saat itu tahun tepatnya tahun 1879 Louis Pasteur yang seorang ahli kimia dengan pelatihan, tengah memproduksi vaksin pertama yang dikembangkan di laboratorium. Vaksin itu, untuk kolera ayam (Pasteurella multocida).
Pasteur melemahkan (melemahkan) bakteri untuk digunakan dalam vaksin. Bagaimana Pasteur menemukan metode atenuasi secara kebetulan. Tapi tentu saja, kekuatan pengamatan Pasteur juga banyak berhubungan dengannya.
Pasteur mulai mempelajari kolera ayam pada tahun 1877 dan pada tahun berikutnya berhasil membiakkan organisme penyebab, Pasteurella multocida. Pada tahun 1879, Pasteur menemukan secara kebetulan bahwa kultur bakteri ini secara bertahap kehilangan virulensinya seiring waktu.
Pasteur berada di labnya, mempelajari kolera unggas dengan menyuntikkan bakteri hidup ke ayam dan mencatat perkembangan penyakit yang fatal.
Dia telah menginstruksikan seorang asisten untuk menyuntikkan ayam-ayam itu dengan biakan bakteri yang segar sebelum hari libur. Ternyata, asisten itu tidak melakukan tugasnya, dan justru ikut berlibur ketika Pastuer meninggalkannya untuk liburan.
Sebulan kemudian, si asisten kembali ke lab dan mencari akal untuk tidak dimarahi tuannya karena tidak menjalankan instruksinya.
Dia menginokulasi ayam dengan biakan, yang saat ini telah ditinggalkan di laboratorium selama sebulan, ditutup hanya dengan sumbat kapas. Ayam yang diinokulasi mengalami gejala ringan tetapi pulih sepenuhnya.
Hal itu mengejutkan Pasteur dan asistennya. Ketika ayam-ayam itu sehat kembali, Pasteur menyuntik mereka dengan bakteri segar kali ini. Ayam tidak menjadi sakit. Yang mengejutkan Pasteur karena Kolera ayam adalah penyakit yang sangat menular dan mematikan (disebabkan oleh sejenis bakteri) yang terjadi pada epidemi di peternakan unggas dan morbiditas dan mortalitas dapat mencapai 100%.
Hal itu membuat Pasteur menyadari bahwa dosis yang lebih rendah sebelumnya telah membangkitkan kekebalan di dalam tubuh ayam dan ketika mereka terkena strain kuat penyebab penyakit yang sebenarnya, tubuh mereka melawan dan menyelamatkan mereka dari sakit. Pasteur akhirnya beralasan faktor yang membuat bakteri kurang mematikan adalah karena paparan oksigen.
Kelahiran vaksin anti-rabies:
Pada tahun 1881, Victor Galtier seseorang yang tertular rabies dari anjing ke kelinci melaporkan bahwa domba yang disuntik dengan air liur dari anjing rabies memiliki kekebalan tersendiri.
Berbekal hal itu, Pasteur berniat mengembangkan vaksin rabies hidup pertama yang dilemahkan.
Pasteur, pada 6 Juli 1885, menggunakan vaksin rabiesnya untuk mengobati Joseph Meister yang berusia 9 tahun, yang telah digigit parah oleh anjing gila tetangganya.
Louis Pasteur bukanlah seorang dokter berlisensi dan karena itu berhati-hati dalam menyuntik anak tersebut. Sisanya, seperti yang mereka katakan, adalah sejarah. Anak itu selamat. Pada akhir tahun 1885, beberapa orang terpapar rabies yang putus asa melakukan perjalanan ke laboratorium Pasteur untuk divaksinasi. Dari situlah akhirnya Pasteur mendirikan Institut Pasteur pertama pada tahun 1888.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Amalan Isra Miraj seperti istighfar, puasa Rajab, doa, zikir, dan salat sunah membantu menguatkan iman serta meraih keberkahan.
Disdikpora Kulonprogo gelar pelatihan dan lomba bisnis untuk pelajar dan pemuda, dorong lahirnya wirausahawan muda.
UGM kembangkan Smart Compost Vessel di Sleman, ubah sampah organik jadi pupuk cair untuk ketahanan pangan keluarga.
Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Sleman menggelar peringatan Milad ke-29 yang dirangkaikan dengan peresmian Sasana Krida Wiyata pada Jumat (26/6/2026).
Gempa kembar Venezuela tewaskan 920 orang dan ribuan luka. Kerusakan parah terjadi di La Guaira
Kemenko PM meresmikan pilot project 1001 Kawasan Pemberdayaan Masyarakat di Banyumas berbasis ekspor gula kelapa dan pemberdayaan perempuan.