Antam Raup Rp68,41 Triliun dari Penjualan Emas hingga September 2026
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini. /Suara.com-Ria Rizki
Harianjogja.com, JAKARTA--Menteri Sosial Tri Rismaharini memastikan penerimaan bantuan sosial (bansos), yakni Bantuan Sosial Tunai (BST), Program Keluarga Harapan (PKH) dan Kartu Sembako/BPNT tepat sasaran di masa PPKM Darurat, saat blusukan di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Risma menyusuri kampung-kampung kecil pada Senin (19/7/2021) pagi untuk bertemu sejumlah warga dan mengajak berdialog, sembari memastikan mereka sudah mendapatkan bansos.
"Apa sampeyan (Anda) sudah menerima BST?" tanya Risma kepada para warga, dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (19/7/2021).
Salah satu warga RT 25 RW 7 Ngapusan, Kota Yogyakarta Sari Bardani menjawab sudah menerima bansos senilai Rp600.000.
Risma kembali mencari warga yang menerima BST, di antaranya Pransius Rudi Asisi yang tengah menderita stroke. Dibantu saudaranya, Rudi sudah menerima BST di kantor pos.
BACA JUGA: Mahfud Imbau Umat Islam Salat Iduladha di Rumah
Risma juga memastikan tidak ada yang memotong nilai bansos tersebut saat pencairan. Dia bertanya kepada salah seorang warga, Yani (40) yang tercatat sebagai penerima PKH.
“Apakah ada pemotongan saat pencairan bansos?" tanya Risma.
Yani mengatakan tidak ada yang memotong nilai bansos yang dicairkan.
Risma mengingatkan pihaknya akan bertindak tegas kepada para pendamping yang main-main. Ia menekankan agar pendamping menjalankan amanat, yakni memberikan informasi kepada para penerima bansos dengan jujur.
“Terima kasih kepada pendamping yang telah jujur dan mengawal bansos hingga sampai kepada penerima. Bagi warga, jika ada yang main-main dengan bansos, lapor saya aja, nanti tak tindak tegas!” kata Risma.
Untuk memastikan pengecekan di lapangan kepada penerima bansos BST, BPNT dan PKH, Mensos langsung memfoto KTP dan kartu identitas penerima bansos tersebut.
Pada bulan Juli 2021, di DI Yogyakarta tercatat menyalurkan kepada 186.017 KPM PKH, 124.700 KPM BST. BPNT/Kartu Sembako sejumlah 383,220 KPM. Bantuan-bantuan sosial tersebut sudah berproses untuk penyalurannya kepada KPM.
Percepatan pencairan bansos BST, BPNT/Kartu Sembako dan PKH sebagai antisipasi dampak kebijakan PPKM Darurat, sehingga Kemensos mengoptimalisasi bansos yang diharapkan mampu meningkatkan daya beli penerima manfaat.
Kemensos juga bekerja sama dengan Perum Bulog menyalurkan paket beras 10 kg untuk 10 juta KPM PKH dan 10 juta KPM BST.
Kemensos menyalurkan bantuan beras sebanyak 5 kg khusus untuk masyarakat pekerja sektor informal di Jawa-Bali yang tidak bisa bekerja karena pembatasan kegiatan dalam PPKM Darurat.
Untuk penyediaan dan penyaluran beras, Kemensos bermitra dengan Perum Bulog yang langsung mengantarkan bantuan kepada para penerima manfaat. Hal tersebut merespons arahan Presiden Joko terkait mengakselerasi penyaluran bansos.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Antam mencatat penjualan emas 25.217 kg senilai Rp68,41 triliun hingga September 2026. Laba perusahaan tumbuh 46% menjadi Rp9,66 triliun.
Polda DIY mencatat kecelakaan turun 23% dibanding pekan sebelumnya selama Ops Patuh Progo 2026, tetapi naik dibanding periode tahun lalu.
Pemuda Kulon Progo menyoroti kenaikan biaya hidup, sulitnya mencari kerja, hingga pajak pembalut yang dinilai menambah beban perempuan.
Pemkot Jogja mendampingi 17 Koperasi Merah Putih. KKMP Gunungketur mencatat omzet Rp137,75 juta dari usaha batik pada 2025.
Hujan sedang hingga deras memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah Kabupaten Malang. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa.
BPS mencatat pengeluaran wisman mencapai Rp24,74 juta per kunjungan pada triwulan III/2026, naik 5,95% secara tahunan.