Larry Ellison Ikuti Elon Musk sebagai Orang Terkaya di Dunia
Kekayaannya melonjak US$70 miliar atau sekitar Rp1.154 triliun, setelah Oracle Corp. melaporkan hasil keuangan kuartalan positif setelah penutupan pasar.
Vaksin Moderna
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berencana melakukan vaksinasi Covid-19 ketiga untuk tenaga kesehatan. Adapun, vaksin yang digunakan adalah Moderna, dan berbeda dengan vaksin yang diterima tenaga kesehatan sebelumnya, Sinovac.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi menegaskan saat ini vaksin campuran diperbolehkan. “Untuk prosedurnya sama dan skriningnyaa sama. Vaksin boleh dicampur karena ini sudah dikaji keamanannya oleh ITAGI dan organisai profesi,” jelasnya kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Selasa (13/7/2021).
Adapun, jenis orang yang sudah menerima jenis vaksin apapun bisa menerima vaksin ketiga dengan jenis lainnya, apa pun mereknya.
Sebelumnya, Kemenkes melarang masyarakat beberapa bulan lalu, untuk menerima jenis vaksin yang berbeda. Hal ini setelah ada kabar bahwa para pengendara ojek online yang menerima vaksin mendapatkan dosis pertama Sinovac, dan dosis kedua AstraZeneca.
Kendati demikian, kabar tersebut ditepis Kemenkes dan menegaskan bahwa penerima vaksin harus menerima dua dosis dengan merek yang sama. Kala itu juga belum ada penelitian terkait dengan menyatukan merek vaksin yang berbeda.
Adapun, Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia Soumya Swaminathan menyarankan agar orang tidak mencampur dan mencocokkan vaksin Covid-19 dari berbagai produsen berbeda.
Dia menyebutnya sebagai "tren berbahaya" karena hanya ada sedikit data yang tersedia tentang dampak kesehatannya. "Ini tren yang berbahaya karena sejauh ini belum ada bukti dalam mencampur dan mencocokkan. Ini juga akan menjadi situasi kacau di negara-negara jika warga mulai memutuskan kapan dan siapa yang akan mengambil dosis kedua, ketiga dan keempat." paparnya dilansir dari Strait Times.
Dilansir dari Global News, disebutkan Kanada adalah salah satu negara yang telah mencampur dan mencocokkan vaksin yang disetujui Health Canada sejak Juni.
Pada saat itu, Komite Penasihat Nasional untuk Imunisasi (NACI) mengatakan orang yang menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca harus mendapatkan vaksin mRNA Pfizer-BioNTech atau Moderna untuk dosis kedua mereka, kecuali dikontraindikasikan.
Vaksin dapat dicampur dan dicocokkan dengan aman, kata mereka. Pakar Kanada sebagian besar berpihak pada badan nasional, mengakui praktik itu aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Kekayaannya melonjak US$70 miliar atau sekitar Rp1.154 triliun, setelah Oracle Corp. melaporkan hasil keuangan kuartalan positif setelah penutupan pasar.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.