Anggaran MBG Terserap Rp139,77 Triliun, Masih Ada Rp79 Triliun
Anggaran MBG terserap Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. BGN masih memiliki sekitar Rp79 triliun untuk penyaluran hingga akhir tahun.
Vaksin Moderna
Harianjogja.com, JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan berencana melakukan vaksinasi Covid-19 ketiga untuk tenaga kesehatan. Adapun, vaksin yang digunakan adalah Moderna, dan berbeda dengan vaksin yang diterima tenaga kesehatan sebelumnya, Sinovac.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmidzi menegaskan saat ini vaksin campuran diperbolehkan. “Untuk prosedurnya sama dan skriningnyaa sama. Vaksin boleh dicampur karena ini sudah dikaji keamanannya oleh ITAGI dan organisai profesi,” jelasnya kepada Bisnis-jaringan Harianjogja.com, Selasa (13/7/2021).
Adapun, jenis orang yang sudah menerima jenis vaksin apapun bisa menerima vaksin ketiga dengan jenis lainnya, apa pun mereknya.
Sebelumnya, Kemenkes melarang masyarakat beberapa bulan lalu, untuk menerima jenis vaksin yang berbeda. Hal ini setelah ada kabar bahwa para pengendara ojek online yang menerima vaksin mendapatkan dosis pertama Sinovac, dan dosis kedua AstraZeneca.
Kendati demikian, kabar tersebut ditepis Kemenkes dan menegaskan bahwa penerima vaksin harus menerima dua dosis dengan merek yang sama. Kala itu juga belum ada penelitian terkait dengan menyatukan merek vaksin yang berbeda.
Adapun, Kepala ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia Soumya Swaminathan menyarankan agar orang tidak mencampur dan mencocokkan vaksin Covid-19 dari berbagai produsen berbeda.
Dia menyebutnya sebagai "tren berbahaya" karena hanya ada sedikit data yang tersedia tentang dampak kesehatannya. "Ini tren yang berbahaya karena sejauh ini belum ada bukti dalam mencampur dan mencocokkan. Ini juga akan menjadi situasi kacau di negara-negara jika warga mulai memutuskan kapan dan siapa yang akan mengambil dosis kedua, ketiga dan keempat." paparnya dilansir dari Strait Times.
Dilansir dari Global News, disebutkan Kanada adalah salah satu negara yang telah mencampur dan mencocokkan vaksin yang disetujui Health Canada sejak Juni.
Pada saat itu, Komite Penasihat Nasional untuk Imunisasi (NACI) mengatakan orang yang menerima dosis pertama vaksin AstraZeneca harus mendapatkan vaksin mRNA Pfizer-BioNTech atau Moderna untuk dosis kedua mereka, kecuali dikontraindikasikan.
Vaksin dapat dicampur dan dicocokkan dengan aman, kata mereka. Pakar Kanada sebagian besar berpihak pada badan nasional, mengakui praktik itu aman.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Bisnis.com
Anggaran MBG terserap Rp139,77 triliun hingga 16 September 2026. BGN masih memiliki sekitar Rp79 triliun untuk penyaluran hingga akhir tahun.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.