Jadwal SIM Sleman Malam Ini Sabtu 17 Oktober 2026 di SCH, Cek Lengkapnya
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 17 Oktober 2026, warga dapat memanfaatkan layanan di Lobby Sleman City Hall
Pelaksanaan vaksinasi di DPRD Kota Jogja. /Ist.
Harianjogja.com, JOGJA—Semangat masyarakat Jogja untuk mengikuti vaksinasi kian meningkat. Terbukti hamper Sebagian besar layanan vaksinasi dipenuhi masyarakat. Pemerintah diminta untuk menambah titik vaksinasi dengan memberdayakan sejumlah relawan kesehatan.
Anggota Pansus Pengawasan Penanganan Covid-19 DPRD Kota Jogja, Nurcahyo Nugroho mengamati, saat ini antusiasme masyarakat meningkat seiring dengan kenaikan kasus positif Covid-19. Terbukti sentra vaksinasi selalu dipenuhi antrean, salah satunya digelar di DPRD Kota Jogja pada 3-7 Juli 2021 lalu. Vaksinasi yang digelar parlemen ini, dari 3.030 dosis yang disediakan seluruhnya hadir dan bersedia untuk diberikan vaksinasi.
“Vaksinasi di DPRD Kota Jogja ini kemarin dibagi dalam empat gelombang dan 750 setiap tahapan, ini hampir semuanya hadir, warga rela antre. Kami melihat di tempat lain juga demikian banyak warga yang hadir dan minta untuk divaksin, artinya masyarakat semakin sadar akan pentingnya vaksinasi Covid-19 ini,” katanya Jumat (9/7/2021).
Ia menyarankan agar pemerintah menambah jumlah titik sentra vaksinasi sehingga lebih banyak masyarakat yang bisa dilayani. Proses pendaftaran bisa dilakukan dengan sistem online, sehingga masyarakat harus dating sesuai jadwal. Jika tidak dating sesuai jadwal sebaiknya tidak dilayani demi mencegah terjadinya kerumunan.
Politikus PKS ini menyadari bahwa ada keterbatasan sumber daya manusia, apalagi saat ini banyak nakes yang terpapar Covid-19. Jika memungkinkan bisa merekrut secara khusus relawan kesehatan dari beberapa perguruan tinggi.
“Semangat masyarakat untuk mendapatkan vaksinasi ini harus difasilitasi, sehingga sentra-sentra itu perlu diperbanyak agar cakupannya lebih luas. Kita berharap herd immunity ini bisa tercapai,” katanya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengak uterus berupaya menambah sentra vaksinasi di Kota Jogja. Terkait keterbatasan SDM di Puskesmas karena banyak Nakes terpapar Covid-19, Dinas Kesehatan Kota Jogja bekerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi yang memiliki konsentrasi ilmu kesehatan dan kedokteran. Harapannya dengan memberdayakan mahasiswa tingkat akhir dapat membantu percepatan vaksinasi untuk anak.
“Kami berhitung tenaga, sekarang Puskesmas banyak terpapar, saat ini berupaya dengan institusi pendidikan untuk mencari sukarelawan untuk membantu vaksinasi. Terutama untuk mahasiswa yang memiliki fakultas Kesehatan dan kedokteran seperti Stikes, UII, UAD dan lain-lain,” ucapnya.
Emma menambahkan terkait kesiapan fasilitas vaksinasi anak, saat ini sedang dalam proses pembuatan aplikasi pendaftaran bersama Dinas Kominfo. “Kami Bersama Kominfo sedang membuat semacam aplikasi untuk pendaftaran vaksinasi anak secara online, saat ini baru proses. Harapannya kalau sudah mendaftar online itu datang dan ditepati, kalau misalnya buka untuk 1.000 orang itu kan sudah kami siapkan segala sesuatunya untuk 1.000 orang, sesuai jam-nya juga agar tidak menimbulkan kerumunan seperti antrean,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Cek jadwal perpanjangan SIM Sleman 17 Oktober 2026, warga dapat memanfaatkan layanan di Lobby Sleman City Hall
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 18 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak waktu berangkat, rute, stasiun, dan tarif Rp8.000.
DeepSeek mengalami gangguan selama lima jam. Pelanggan berbayar mendapat kredit pengembalian dana, sementara kebutuhan komputasi jadi sorotan.
Kopi jumbo 1,5 liter viral di Korea Selatan. Selain tampil unik di media sosial, minuman ini dinilai lebih hemat di tengah inflasi.
Jogja Bay menghadirkan Bay Culture Show bertema Ramayana di Kolam Ombak. Simak jadwal pertunjukan Oktober 2026 dan harga tiket mulai Rp90.000.
OJK DIY mencatat lebih dari 12.000 laporan penipuan digital hingga September 2026 dengan potensi kerugian melampaui Rp100 miliar.