Awas Omicron! Mobilitas Masyarakat Menanjak Jelang Akhir Tahun
Kenaikan mobilitas masih terjadi di tengah bayang-bayang Omicron menjadi alarm bagi Satgas untuk kembali mengeluarkan peringatan.
Suasana sepi di Sungai Besi Expressway di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (1/6/2021). Malaysia meluncurkan paket US$9,7miliar untuk membantu orang dan perusahaan saat lockdown nasional selama dua minggu yang dimulai hari ini. Bloomberg/Samsul Said
Harianjogja.com, JAKARTA - Ketua Pengarah Kesihatan Kementerian Kesehatan Malaysia Tan Sri Noor Hisham Abdullah menyebut penguncian total alias lockdown yang ditempuh pemerintah Malaysia mulai membuahkan hasil.
Pernyataan Noor Hisham berlandaskan fakta bahwa dalam beberapa hari terakhir, penambahan kasus harian di Negeri Jiran stabil pada angka 5.000 hingga 6.000 kasus per hari. Padahal, sebelumnya Kementerian Kesehatan Malaysia memproyeksi kasus berisiko naik hingga 13.000 orang per hari pada pertengahan Juni, hingga 40.000 kasus per hari di awal Juli.
"Kita berhasil mengendalikan kurva persebaran virus, namun masih banyak yang perlu dilakukan untuk terus menurunkan jumlah kasus. Selama masih ada potensi kerumunan akibat aktivitas di beberapa sektor, kita harus tetap bersikap seperti sekarang," papar Noor Hisham seperti diwartakan Astro Awani Sabtu (26/6/2021).
Dalam pernyataan lanjutannya, Noor Hisham juga menyentil sikap pihak-pihak yang menolak lockdown. Kata Hisham, dengan situasi di hampir semua negara yang mencatatkan penambahan kasus signifikan, mestinya tidak ada toleransi untuk menempuh kebijakan selain lockdown.
Apalagi, Kemenkes Malaysia meyakini sampai hari ini meyakin bahwa varian virus Covid-19 baru varian beta dan delta membawa risiko kematian lebih tinggi.
"Jika \'orang lain\' masih keras kepala, setidaknya kita masih bisa membawa perubahan dan menerapkan pembatasan untuk menyelamatkan diri dan keluarga kita," sambung Noor Hisham.
Belum jelas kepada siapa sindiran Noor Hisham diarahkan. Bisa jadi sindiran tersebut diarahkan kepada masyarakat yang menentang lockdown, mungkin pula diarahkan ke beberapa negara yang hingga hari ini memang masih cenderung menentang opsi lockdown.
Mengacu data Worldometrics, hingga hari ini jumlah kasus Covid-19 di Malaysia ditaksir telah mencapai 723.000 lebih, dengan 658.000 kasus lebih di antaranya telah sembuh. Total korban meninggal akibat pandemi di Negeri Jiran telah mencapai 4.803 jiwa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis.com
Kenaikan mobilitas masih terjadi di tengah bayang-bayang Omicron menjadi alarm bagi Satgas untuk kembali mengeluarkan peringatan.
Korlantas Polri siaga 24 jam selama libur panjang Kenaikan Yesus Kristus untuk antisipasi lonjakan kendaraan dan kemacetan.
Meutya Hafid mengungkap hampir 200 ribu anak di Indonesia terpapar judi online, termasuk 80 ribu anak di bawah usia 10 tahun.
Mentan Amran melepas ekspor pupuk urea ke Australia senilai Rp7 triliun untuk memperkuat industri pupuk nasional dan pasar global.
Gereja Katedral Jakarta menggelar empat sesi misa Kenaikan Yesus Kristus, Polda Metro Jaya amankan 860 tempat ibadah.
ILRC mencatat kasus femisida seksual di Indonesia meningkat pada 2025. Korban didominasi anak perempuan hingga perempuan muda.