BPOM Tegaskan Ivermectin adalah Obat Cacing, Bukan Obat Covid-19

Janlika Putri Indah Sari
Janlika Putri Indah Sari Rabu, 23 Juni 2021 12:57 WIB
BPOM Tegaskan Ivermectin adalah Obat Cacing, Bukan Obat Covid-19

Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mendapatkan bantuan 2.500 dosis obat ivermectin sebagai obat terapi untuk penderita penyakit virus Corona guna dibagikan kepada masyarakat yang tersebar di tiga kecamatan, Senin (7/6/2021)./Antara-Akhmad Nazaruddin Lathif

Harianjogja.com, JAKARTA — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menegaskan Ivermectin  bukanlah obat untuk terapi penyembuhan Covid-19. Hingga saat ini keabsahan dari Ivermectin itu masih menjadi obat cacing.

Kepala BPOM Penny K. Lukito menjelaskan Indonesia belum bisa mempercayai khasiat menyembuhkan Covid-19 dari Ivermectin karena belum ada penelitian yang pasti.

"Status perizinan Ivermectin di BPOM  adalah obat cacing. Dan belum ada uji klinis yang membuktikan obat dari bahan kimia tersebut menyembuhkan pasien Covid-19," ujarnya secara virtual pada acara Laucing Kegiatan Forum Pelayanan Publik Terpadu Badan POM di Bidang Obat Sepanjang Product Life Cycle, Selasa (22/6/2021).

Penny juga menegaskan bila perizinan dari BPOM diberikan pada obat tersebut jika sudah ada uji klinis yang pasti. Maka dari itu, status dari Ivermectin belum mendapatkan  izin edar dari  BPOM untuk penyembuhan Covid-19.

Menurutnya, efek samping dari obat  berbahan kimia yang belum  mendapatkan dukungan penelitian ilmiah akan sangat berbahaya. Oleh karenanya, Indonesia tidak bisa gegabah untuk mengklaim obat  Ivermectin berkhasiat memulihkan Covid-19.

"Perizinan Ivermectin terkait penyembuhan Covid-19 harus ditunjang oleh peneliti yang berwenang. Dengan begitu  masyarakat dapat memastikan keamanan, khasiat, dan mutu dari obat tersebut," tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Sumber : JIBI/Bisnis.com

Share

Budi Cahyana
Budi Cahyana Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online