Lewat Film BNNP DIY Sebut Bahaya Narkoba Bertransformasi Jadi Permen
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
Logo 75 tahun Serikat Perusahaan Pers. /Ist.
Harianjogja.com, JAKARTA--Pandemi COVID-19 telah menguji eksistensi pers di Indonesia hingga titik terdalam. Para pengelola perusahaan pers di negeri ini berjibaku mencari cara untuk mempertahankan keberadaannya, sekaligus berupaya keras merawat jurnalisme berkualitas (good journalism).
Serikat Perusahaan Pers (SPS) yakin, bahwa dengan terus memperkuat jurnalisme yang berkualitas, pers nasional akan selalu mendapat tempat di hati publik. Dengan kata lain, publik akan memperoleh pencerahan dari mengonsumsi informasi melalui media arus utama (media mainstream).
Pada akhirnya, demokrasi menjadi semakin sehat. Karena publik terbiasa mendiskusikan wacana-wacana yang produktif dari media arus utama, jauh dari hoaks. "Inilah substansi yang ingin disampaikan SPS kepada publik pada peringatan usia ke-75, pada 8 Juni 2021 ini," ujar Ketua Harian SPS Pusat Januar P Ruswita.
Menurut Januar, good journalism adalah pilihan paling obyektif bagi keberlanjutan industri pers yang berkualitas, bermartabat, sekaligus sehat secara bisnis.
SPS juga mendorong Negara agar ikut terlibat dalam memperkuat ketahanan pers nasional melalui perlindungan terhadap keberlanjutan industri pers nasional, dengan menerapkan kebijakan yang adil terhadap bisnis platform. Seperti diketahui, platform digital global telah mengancam eksistensi pers nasional, dengan menggerogoti kue iklan media nasional.
Komitmen SPS
Peringatan 75 tahun Serikat Perusahaan Pers (SPS) yang sejak 2011 telah menjelma sebagai asosiasi perusahaan pers multiplatform, akan menggelar serangkaian kegiatan ulang tahun yang mengangkat tema Good Journalism For Our Nation.
"Tema ini kami angkat sebagai bentuk komitmen SPS Pusat untuk terus mengawal industri ini melewati berbagai macam tantangan dan rintangan demi keberlanjutan industri pers di masa depan," imbuh Ketua Panitia HUT 75 Tahun SPS Syamsudin H Sutarto.
Sejumlah kegiatan telah dipersiapkan. Antara lain seminar nasional Masa Depan Pers dalam Pandangan 4 Pilar Demokrasi (Legislatif, Eksekutif, Yudikatif, dan Media). Kemudian penerbitan Buku 75 Tahun SPS: Jalan Panjang Merawat Jurnalisme yang Sehat dan Mandiri. Serta SPS Awards, sebagai apresiasi melalui kompetisi website korporasi dan lembaga pemerintah dan Lifetime Achievement bagi tokoh pers.
Kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan dapat membawa manfaat yang lebih luas baik bagi insan media maupun publik. "Dengan melibatkan tokoh masyarakat, elit politik, hingga mahasiswa dan pelajar, kami ingin mengajak publik untuk selalu mengakses informasi yang kredibel dan beretika dari pers nasional, khususnya anggota SPS," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
film berdurasi 1 jam 38 menit tersebut memberikan gambaran visual mengenai dampak penyalahgunaan narkoba sekaligus upaya pencegahannya.
MA mengoreksi perhitungan kerugian negara kasus korupsi timah. Dari Rp300 triliun, kerugian keuangan negara ditetapkan Rp28,9 triliun.
Pemkab Temanggung mendukung wacana guru PPPK menjadi ASN pusat. Beban APBD daerah berpotensi berkurang sekitar Rp150,5 miliar.
DPRD Bantul mengkaji usulan perubahan Perbup BUMKalma setelah pengelola menyoroti kebutuhan operasional dan penguatan kelembagaan.
Perpres ojol masih difinalisasi Komdigi. Pemerintah menguji formula bagi hasil yang adil bagi pengemudi dan menjaga bisnis platform ride-hailing.
BNN menangkap MR alias Bos Gendut, buronan kasus sabu 98 kg, di salon Mangga Besar. BNN juga menyita uang dan aset Rp39,95 miliar.