Elon Musk Sebut WhatsApp Tak Dapat Dipercaya, Kenapa?
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
SiCepat menyemprotkan desinfektan pada setiap paket yang diterima untuk mencegah penyebaran virus corona./istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - PT SiCepat Express Indonesia melaporkan penjual atau seller \'nakal\' ke pihak berwajib. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari viralnya video yang memperlihatkan kurirnya dimaki hingga diancam samurai oleh pembeli yang kesal barang yang diterima tidak sesuai dengan pesanan.
Chief Managing Officer (CMO) SiCepat Wiwin Dewi Herawati mengatakan kasus kurir dimaki pelanggan terutama saat melakukan transaksi COD (Cash on Delivery) bukanlah kali pertama.
Menurutnya, bila ada keluhan pelanggan seperti barangnya tidak sesuai atau bahkan kosong, yang harusnya bertanggung jawab adalah penjual karena kurir hanya bertugas mengantarkan kepada pembeli atau penerima.
"Nah, kita juga gemas nih [kurir yang dimaki-maki pelanggan] karena kan seharusnya tidak boleh kayak gitu. Seller juga harus bertanggung jawab," kata Wiwin dalam pernyataannya kepada wartawan, dikutip Minggu (30/5/2021).
Dalam kasus ini, dia mengaku SiCepat terpaksa mengambil langkah hukum guna mengedukasi masyarakat sekaligus penjual agar kejadian serupa tidak terulang.
"Kan biar jadi pelajaran juga. Ada seller juga yang nakal. Nah itu supaya semuanya jadi teredukasi bahwa yang namanya kejadian kayak gini itu ada pihak yang dirugikan," jelasnya.
Pihak yang dimaksud, sambungnya, adalah si pembeli yang dirugikan lantaran membayar barang yang ternyata tidak sesuai dengan pesanan. Pun dengan kurir yang terpaksa bolak-balik mengembalikan barang kepada penjual.
"Jadi pada intinya kan si pembeli dirugikan, nah tapi kurir juga dirugikan karena kan pada saat kirim bolak-balik ada ongkos juga nih buat si kurir. Harus balik lagi mengembalikan barang, jadi ada effort lah," sebutnya.
Sebelumnya, beredar di media sosial sebuah video yang memperlihatkan pengancaman seorang kurir SiCepat dengan metode COD. Adapun NDS yang diketahui sebagai pembeli melampiaskan kemarahannya kepada kurir tersebut lantaran barang yang dia terima kosong.
NDS mengaku memesan sebuah jam tangan seharga Rp85.000 dan membayar dengan metode COD. Kesal paket yang diterima kosong, dia lantas meminta uangnya dikembalikan namun kurirnya menolak karena barangnya sudah dibuka. Tak terima, NDS mengancam si kurir dengan mengeluarkan sebilah samurai.
Menyikapi kejadian tersebut, SiCepat melaporkan NDS dan pihak penjual ke pihak berwajib. NDS saat ini sudah diamankan polisi yang sembari juga menyelidiki penjual barang tersebut karena diduga melakukan tindakan penipuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.
Menlu Sugiono memastikan Indonesia terus berkoordinasi untuk menyelamatkan 9 WNI peserta flotilla kemanusiaan Gaza yang ditangkap Israel.