Update Rekapitulasi Suara Per Pukul 15.00 WIB, Prabowo-Gibran Raup 58,62% Anies-Imin 25,08%
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Ilustrasi- Salah satu rumah sakit di bawah Siloam Hospitals/Istimewa
Harianjogja.com, JAKARTA - Siloam Hospitals menegaskan tindak kekerasan terhadap tenaga kesehatan atau nakes tidak dapat dibiarkan. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas aksi kekerasan yang dilakukan keluarga pasien kepada perawat di RS Siloam Sriwijaya, Palembang, Kamis (15/4/2021).
"Siloam Hospitals menyesali tindakan kekerasan yang ditujukan kepada perawat kami di Siloam Sriwijaya. Kekerasan terhadap tenaga kesehatan adalah tindakan yang tidak dapat ditoleransi," jelas Direktur RS Siloam Sriwijaya Palembang dr. Bona Fernando dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Jumat (16/4/2021) malam.
Menurutnya, tenaga perawat dan kesehatan lainnya merupakan garda terdepan yang memberikan pelayanan kesehatan. Dengan demikian, Bona mengatakan tenaga kesehatan perlu mendapatkan apresiasi yang tinggi sehubungan dengan fungsinya yang vital dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang baik bagi pasien dan masyarakat yang sehat dan produktif.
Bona juga menegaskan bahwa Siloam Hospitals berkomitmen untuk memberikan pelayanan optimal kepada pasien. "Dan untuk itu, berupaya keras untuk menciptakan dan menjaga lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi tenaga kesehatan agar dapat bekerja secara optimal dalam pelayanan kepada pasien," jelasnya.
Dia mengatakan bahwa Siloam Hospitals telah menyerahkan kasus kekerasan tersebut kepada pihak kepolisian agar diusut tuntas. "Serta menindak pelaku kekerasan kepada perawat kami dengan tegas sesuai hukum yang berlaku," demikian keterangan resmi tersebut.
Bona pun mengimbau masyarakat agar menghargai tenaga kesehatan dan berharap aksi kekerasan serupa tidak terulang kembali.
"Kami mohon doa bagi korban kejadian kekerasan terkait. Kami menghimbau masyarakat untuk menghargai semua tenaga kesehatan yang berjuang memberikan pelayanan kepada pasien di rumah sakit dan fasilitas kesehatan lainnya," jelasnya.
Seperti diketahui, insiden kekerasan terhadap perawat itu terjadi di RS Siloam Sriwijaya pada Kamis (15/4/2021). Video terkait peristiwa itu pun viral dan ramai menuai respons warganet di media sosial.
Dalam video yang beredar, terlihat seorang pria yang merupakan ayah pasien menganiaya perawat di rumah sakit. Hal itu dipicu tindakan pelepasan infus terhadap pasien yang akan selesai menjalani masa perawatan.
Orang tua dari pasien yang masih berusia 2 tahun itu tidak terima dengan penanganan perawat karena saat plester yang dipasang di bekas lokasi infus terlepas, darah mengucur.
Pihak rumah sakit sebelumnya menyampaikan bahwa pelepasan infus telah dilakukan sesuai dengan SOP.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara Pilpres 2024 dari 37 provinsi di Indonesia oleh KPU, Prabowo-Gibran memimpin.
Ratusan anak muda gelar konser di Titik Nol Jogja, suarakan perlawanan dan solidaritas di tengah isu kriminalisasi aktivis.
PAD pariwisata Sleman terus naik, tapi pertumbuhannya melambat. Ini penyebab dan data lengkapnya.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Buku Kampus Pergerakan diluncurkan saat 28 tahun Reformasi, mengulas sejarah panjang perjuangan mahasiswa sejak 1986.
Tiga calon Sekda Sleman sudah dikantongi Bupati. Tinggal tunggu restu Sri Sultan sebelum pelantikan.