Elon Musk Sebut WhatsApp Tak Dapat Dipercaya, Kenapa?
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Sejumlah kendaraan melaju di tol Jakarta-Cikampek di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (24/12/2020). Arus mudik Natal dan Tahun Baru di Tol Jakarta-Cikampek di Bekasi terpantau ramai lancar./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA—Organisasi Angkutan Darat (Organda) meminta supaya kelompok yang masuk dalam pengecualian larangan mudik Lebaran 6—17 Mei 2021 atau mereka yang tetap diperbolehkan melakukan perjalanan untuk dapat menggunakan jasa angkutan umum, bukan kendaraan pribadi.
Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Haryono mengatakan bahwa momen mudik Lebaran merupakan salah satu kesempatan yang dinanti bagi industri angkutan jalan terutama angkutan penumpang.
"Biasanya secara cultural ketika mudik hari raya itu menjadi saatnya bagi kami atau bisnis industri kami sedikit bisa makan lebih dalam tanda kutip ya, karena memang pergerakan menjadi lebih banyak," katanya kepada Bisnis, Senin (12/4/2021).
Namun, kini, ujarnya, adanya kebijakan pemerintah yang melarang masyarakat mudik tidak dapat dipungkiri berdampak terhadap sektor transportasi tersebut.
"Di angkutan jalan kita tetap berharap sesungguhnya bahwa pergerakan itu kalaupun toh, seperti halnya pemerintah sudah mengatakan bahwa sebagian orang tetap boleh bergerak [mereka yang dikecualikan], kami mengharapkan yang terpaksa itu boleh bergerak tapi dengan angkutan umum sehingga [pergerakannya] bisa lebih terkontrol," sebutnya.
Ateng menilai seharusnya di saat pelarangan mudik tersebut kendaraan pribadi betul-betul dilarang bergerak sama sekali kecuali di daerah-daerah aglomerasi.
"Namun, di luar itu dengan sekat baik tentunya hanya bisa dilakukan dengan angkutan umum sebab bisa terkontrol. Artinya, yang akan bergerak sendiri [orangnya] sudah di-screening, kemudian yang bergerak [kendaraannya] ada monitoring dan protokol yang bisa dilakukan," jelas Ateng.
Sebelumnya, merujuk kepada Surat Edaran (SE) No. 13/2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah serta upaya pengendalian Covid-19 yang dikeluarkan oleh Satgas Nasional Penanganan Covid-19 serta Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 13/2021 tentang Pengendalian Transportasi Masa Idul Fitri 1442 H, terdapat beberapa kriteria orang yang masih diperbolehkan melakukan pergerakan pada masa larangan mudik 6—17 Mei 2021.
Orang-orang tersebut antara lain mereka yang bekerja atau terpaksa melakukan perjalanan dinas untuk ASN, pegawai BUMN, pegawai BUMD, Polri, TNI, pegawai swasta yang dilengkapi dengan surat tugas dengan tanda tangan basah dan cap basah dari pimpinannya.
Kemudian masyarakat yang ingin mengunjungi keluarga ataupun kunjungan duka karena ada anggota keluarga yang meninggal dunia, serta ibu hamil dengan satu orang pendamping dan untuk kepentingan melahirkan maksimal dua orang pendamping serta pelayanan kesehatan yang darurat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
CEO Twitter, Elon Musk mengatakan aplikasi WhatsApp tidak dapat dipercaya. Apa penyebabnya?
Persib Bandung semakin dekat dengan gelar juara Super League 2025/2026 usai menang dramatis 2-1 atas PSM Makassar di Parepare.
Simak jadwal terbaru KRL Jogja-Solo Senin 18 Mei 2026 dari Stasiun Yogyakarta sampai Palur. Tarif tetap Rp8.000 sekali jalan.
Cek jadwal terbaru KRL Solo-Jogja Senin 18 Mei 2026 lengkap dari Palur sampai Yogyakarta. Tarif tetap Rp8.000 sekali perjalanan.
Fabio Di Giannantonio menangi MotoGP Catalunya 2026 yang dua kali dihentikan akibat kecelakaan beruntun di Barcelona.
BMKG memprediksi hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah DIY hingga 20 Mei 2026 akibat pengaruh fenomena MJO.