Gempa Flores NTT, 50.000 Paket Sembako Dikirim ke Maumere
Gempa 7,7 SR di Flores NTT menewaskan 38 orang. Pemerintah kirim 50.000 paket sembako dan kerahkan TNI untuk evakuasi korban.
Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyatakan sebanyak 14.096 orang tenaga kesehatan telah disuntik vaksin sinovac, guna meningkatkan kekebalan tubuh nakes dalam penanganan Covid-19./Antara
Harianjogja.com, JAKARTA – Satgas Penanganan Covid-19 menunjukkan jumlah penerima vaksin Covid-19 dosis pertama mencapai 9.842.359 orang pada pukul 09.00 WIB, Sabtu (10/4/2021).
Secara rinci, jumlah total tenaga kesehatan penerima vaksin dosis pertama mencapai 1.452.229 orang, dari target 1.468.764 orang. Sementara, sebanyak 1.309.931 orang sudah divaksinasi dosis kedua.
Artinya, tenaga kesehatan yang sudah menerima suntikan dosis pertama mencapai 98,87 persen. Sementara, penerima dosis kedua sudah 89,19 persen.
Selanjutnya, sebanyak 6.409.953 petugas publik sudah menerima suntikan dosis pertama, dari target 17.327.169 orang. Sebanyak 3.117.658 orang sudah disuntik dosis kedua.
Baca juga: Pemerintah Akui Tren Kasus Covid-19 Kurang Baik, Ini Kata Satgas
Capaian target vaksinasi untuk petugas publik per hari ini sebesar 36,99 persen untuk yang sudah menerima suntikan dosis pertama, sementara 17,99 persen untuk dosis kedua.
Terakhir, dari total target 21.553.118 orang lanjut usia (lansia), sebesar 9,18 persen atau 1.979.450 orang di antaranya sudah disuntik dosis pertama.
Lalu, sebesar 2,57 persen atau 553.201 orang sudah mendapatkan suntikan dosis kedua dari target yang ditetapkan.
Pemerintah menargetkan vaksinasi menjangkau 181.554.465 orang atau 70 persen penduduk. Target vaksinasi tahap awal untuk tenaga kesehatan, petugas pelayanan publik, dan lansia berjumlah 40.349.051 orang.
Dari target penerima vaksin tahap awal, sebanyak 9.842.359 orang atau sebesar 24,39 persen sudah disuntik dosis pertama. Sementara, terdapat 4.980.790 atau 12,34 persen di antaranya yang sudah menerima suntikan dosis kedua.
Baca juga: Santunan Kematian Korban Laka Diberikan Kurang dari 24 Jam
Selain itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerbitkan surat edaran terkait dengan penggunaan vaksin AstraZeneca. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), telah memberikan lampu hijau untuk penggunaan vaksin tersebut, masing-masing melalui emergency use authorization (EUA) dan fatwa MUI dengan kategori mubah (diperbolehkan).
Berdasarkan rekomendasi WHO 16 Maret 2021, bahwa efikasi vaksin AstraZeneca terbaik didapatkan pada interval pemberian vaksin 12 minggu (76 persen).
Sebanyak 1,1 juta vaksin AstraZeneca telah sampai di Indonesia dan sudah didistribusikan ke beberapa kabupaten/kota di 7 provinsi, yakni Kepulauan Riau, Jawa Timur, Bali, Sulawesi Utara, Ogan Komering Ilir, Jakarta dan Maluku, serta bagi TNI/Polri di seluruh provinsi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : bisnis.com
Gempa 7,7 SR di Flores NTT menewaskan 38 orang. Pemerintah kirim 50.000 paket sembako dan kerahkan TNI untuk evakuasi korban.
Adhi Karya meminta maaf atas 2.400 unit LRT City yang belum diserahterimakan. Audit investigasi dan opsi refund disiapkan.
Digitalisasi pasar Bantul meluas. Hampir seluruh dari 10.370 pedagang di 33 pasar telah menggunakan QRIS sebagai alternatif pembayaran.
KPK mengungkap dugaan pemberian Rp1,5 miliar dari Bos Summarecon untuk pembukaan blokir dan pemecahan SHGB di Kabupaten Bogor.
BPOM menyebut sekitar 31 ribu sumber daya hayati Indonesia berpotensi menjadi produk kesehatan berbasis alam dan perlu hilirisasi riset.
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.