Bank Dunia Tunjuk Sri Mulyani Pimpin IDA22, Ini Tugasnya
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama pengisian dana IDA22 Bank Dunia untuk memimpin dukungan pembiayaan bagi negara berpendapatan rendah.
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembuatan masker medis di PT Multi One Plus, Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (15/4/2020)./Antara-Yulius Satria Wijaya.
Harianjogja.com, JAKARTA - International Monetary Fund (IMF) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2021, dari 4,8 persen menjadi 4,3 persen.
Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan, bahwa penurunan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia, sebagaimana dengan negara-negara Asean lainnya, disebabkan oleh laju vaksinasi yang masih relatif rendah dibanding negara berkembang lainnya.
Contohnya, Malaysia dan Thailand. Malaysia direvisi ke bawah menjadi 6,5 persen dari sebelumnya 7,0 persen, sementara Thailand dipangkas menjadi 2,6 persen dari sebelumnya 2,7 persen.
BACA JUGA : IMF: Prospek Pertumbuhan Global Sekitar 6 persen di 2021
"Penurunan proyeksi negara-negara Asean tersebut sejalan dengan tingkat vaksinasi yang hanya sebesar 4,92, 2,56, dan 0,46 per 100 penduduk di masing-masing Indonesia, Malaysia, dan Thailand," kata Josua kepada Bisnis, Rabu (7/4/2021).
Menurut Josua, lambatnya distribusi dapat membuat aktivitas ekonomi di sebagian besar sektor bergerak lambat, sehingga penyerapan tenaga kerja cenderung lambat. Pada akhirnya, hal tersebut mengakibatkan masih rendahnya daya beli masyarakat.
Kunci agar pemulihan ekonomi dapat terakselerasi, menurutnya, adalah ketersediaan vaksin dan kecepatan distribusi vaksin.
"Oleh karena itu, pemerintah masih perlu mempercepat aliran distribusi vaksin, terutama bagi daerah-daerah dengan kasus yang relatif tinggi, dan bahkan mungkin diperlukan realokasi anggaran kepada pengadaan dan logistik vaksin," jelasnya.
BACA JUGA : Masa Depan Ekonomi Indonesia Setelah Corona Versi IMF
Adapun, anggaran pemulihan ekonomi nasional (PEN) 2021 dari pemerintah untuk penyediaan vaksin adalah sebesar Rp58,18 triliun dari total anggaran sektor kesehatan sebesar Rp176,30 triliun.
Anggaran total PEN 2021 sebesar Rp699,43 triliun atau naik 22 persen dari realisasi anggaran PEN 2020.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : JIBI/Bisnis Indonesia
Sri Mulyani ditunjuk sebagai Ketua Bersama pengisian dana IDA22 Bank Dunia untuk memimpin dukungan pembiayaan bagi negara berpendapatan rendah.
Chip AI Nvidia Jetson Orin ditemukan pada sisa rudal Rusia S-71M. GUR menduga komponen itu terkait kemampuan otonom rudal.
Polri mengirim 21 personel SAR, 10 anjing K-9, logistik 2,5 ton, dan Wi-Fi portable untuk membantu pencarian korban gempa NTT.
Hacker Iran diduga menyerang puluhan fasilitas air AS. Serangan mengganggu operasional dan mengekspos kerentanan sistem air.
DPRD DIY mendesak sanksi tegas hingga pencabutan izin SPPG yang terbukti menyebabkan keracunan MBG. Sebanyak 415 dari 424 SPPG telah ber-SLHS.
Dana Transfer ke Daerah atau TKD 2027 mencapai Rp735 triliun, naik Rp42 triliun, tetapi masih 20,1% di bawah alokasi 2025.